Gue ingin kesana lagi,ke rumahnya,rumah yang sudah hampir seminggu ini gue berada disana sepulang kerja,gue begitu nyaman disana,merasakan indahnya bercanda dan tertawa,kadang-kadang gue bawa dvd dari rumah dan nonton bersama,ketika gue sakit dia dengan tulusnya menyediakan gue obat dan memaksa gue untuk meminumnya,hmmm…begitu perhatiannya ,sebenarnya wanita seperti inilah yang harus gue punya,yang harus gue jaga.Tapi sampai detik ini gue ga ngerasain apa-apa,ga ada chemistry sedikitpun yang tercipta,bahkan tak terdorong sedikitpun untuk sekedar menggenggam tangannya bila dia sedang disamping gue,rasa itu tak ada.
Sekali gue pernah mencoba untuk sengaja “memaksa”rasa itu keluar,dengan sengaja membiarkan lengannya memeluk gue dari belakang,menerima satu atau dua suap makanan dari sendok yang memang sengaja diarahkan ke mulut gue,membiarkan dia berbisik mesra di dekat telinga gue,dengan kata-kata yang seharusnya bisa membahagiakan,tapi tetap tak bisa,perasaan itu tak bisa keluar,tak bisa dipaksakan.
Sejujurnya gue juga sedih melihat dia,gue tau dia memang kesepian,gue tau dia memang butuh kasih sayang,seperti juga yang terjadi dalam diri gue,ada begitu banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya karena memang dia begitu menarik, begitu memesona,dengan senyumnya yang khas dan tatapannya yang menyejukkan tapi belum ada satupun yang bisa meluluhkan hatinya,masih tetap membeku seperti batu es yang selalu setia pada bentuknya ketika tersimpan dalam suhu yang memang membekukan.
Aneh,tapi kenapa gue selalu ingin ada di dekatnya,setidaknya bisa melihatnya,menyanyikan beberapa lagu kesukaannya lalu kemudian kita bisa berjam-jam bercerita,seperti dalam sebuah rapat paripurna,begitu nyaman,begitu menentramkan saat ada disampingnya,hanya saja…gue tau rasa nyaman ini hanya berujung pada batas sebagai seorang teman,dan kalu bisa Gue ingin menjadikannya sahabat,bukan kekasih,pacar,atau apapun namanya itu yang mempunya arti kedekatan khusus,tak ada niat sedikitpun untuk itu,dan jika bisa guepun ingin agar dia menginginkan hal yang sama.
Tapi gue ga melihat itu dalam dirinya,ada semacam keinginan lebih yang bisa gue tangkap dari gerak-geriknya,cara bicaranya,dari sorot matanya serta tingkah lakunya,Ahh..semoga saja ini hanya perasaan GR seorang laki-laki yang memang sedang membutuhkan kasih sayang dari seseorang,walau kenyataannya orang itu bukan dia,karena sekali lagi tak ada perasaan apa-apa,…tak ada!!
Gue ingin kesana lagi malam ini,kembali ingin merasakan kenyamanan bersama seseorang yang selama ini telah hilang,semoga dia juga sedang menantikan gue,seperti isi SMS yang belum lama dikirimnya
“Tmenin aku donk,BT nih…Cuma kamu yang bisa bikin BT aku ilang,kesini yach…”.
Gue sudah selesai mandi,dan malah sudah rapi..ketika gue ingin melangkahkan kaki,tiba-tiba melintas sebuah pertanyaan dalam diri
“Apakah kamu yakin mau ke rumahnya malam ini??”.
Langkah guepun terhenti,gue ingin bertanya lagi apakah gue memang yakin mau kerumahnya saat ini??sejenak gue menghayati,terdiam dan kembali merenungi,gue takut jika kedatangan gue disalah artikan sebagai sebuah harapan bahwa nanti gue akan menghadiahkannya sebuah hubungan,ahh…gue ga mau menyakitinya lebih dalam,dia sudah terluka sebelumnya karena disakiti oleh mantan kekasihnya,dan itu belum lama,baru menginjak 4 bulan,apakah gue harus membiarkan dia terluka lagi??Tak akan,tak akan gue biarkan dia terluka lagi.Gue membuka lagi sepatu yang sudah gue kenakan,gue lepas lagi jaket yang sudah menempel di badan,biarlah saat ini dia sedih karena gue tak datang,dan semoga besok serta besoknya lagi saat gue tak bisa datang lagi menemani,dia akan lebih bisa paham dan menerima bahwa gue hanya ingin menjadikan dia sebagai teman,ya teman…tak lebih!!biarkan nanti waktu yang akan memberi bukti dan gue akan datang lagi setelah dia benar-benar mengerti bahwa menjadi seorang teman memang akan lebih berarti daripada seorang kekasih..
“Maaf yach…aku ga bisa datang malam ini,dan mungkin juga seterusnya”
Option
Send
Sending Text Message
Delivered : My Best Friend
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar