Hari ini,selepas dzuhur tadi,kota Tangerang dan sekitarnya yang biasanya terang benderang dengan udara yang begitu panas menyengat selama beberapa hari,kali ini terlihat kelabu,awan hitam yang bergelayut begitu tebal seolah sedang menahan berton-ton kubik air dan siap dicurahkan ke segala penjuru menambah kelamnya pemandangan sore hari ini,udaranya juga tak seperti kemaren,lebih sejuk,walau masih kalah sejuk sama udara di Pegunungan Puncak,Bogor pada waktu tengah hari.
Pekerjaan hari ini lumayan sedikit,dan selepas dzuhur tadi juga semuanya telah rampung,gue menerima sms dari Pak Agroh,Plant Manager gue berisi pertanyaan tentang kapan gue ke Cikarang,segera gue telpon beliau dan meminta persetujuannya bagaimana jika hari jumat besok saja saya kesana,kondisi yang masih kurang fit serta begitu banyaknya beban yang sedang ada di kepala gue saat ini membuat gue agak-agak tak bergairah untuk menuju ke kantor pusat itu,apalagi perkiraan gue tadi pagi cuaca akan sama panasnya kaya kemaren dan mengendarai motor pada saat nanti jam pulang sekitar jam 3an dari Cikarang hanya akan memperburuk kondisi kesehatan gue,syukurnya usulan gue untuk ke Cikarang besok malah oleh Pak Agroh diundur pada hari senin saja karena beliau masih berada di Belitung dan baru akan kembali lagi ke Jakarta besok sore dan beliau akan menyempatkan diri ke kantor gue di Tangerang sebelum kembali ke Cikarang.
Alhamdulillah..setidaknya gue masih punya waktu 3 hari untuk mempersiapkan segalanya,termasuk kondisi gue yang saat ini terserang penyakit orang susah yaitu “Wind Enter” Alias Masuk Angin,ckakakak…gara-gara masuk angin englishnya juga jadi ngaco,apa emang ga bisa bahasa inggris yak??!!!
Tidak ada kegiatan seperti ini biasanya gue isi dengan membaca,kalo ga biasanya gue maen gitar,sebuah gitar akustik yang gue beli beberapa bulan lalu selalu ada di ruangan kerja gue,sengaja gue bawa sejak awal bulan ramadhan kemaren,sekedar menggantikan kegiatan di waktu istirahat yang biasanya makan siang,dan selepas bulan ramadhan berlalu,gitar itu masih betah aja bertengger di sebelah meja kerja gue,lengkap dengan softcase hitam yang membalutnya.
Well I can’t explain,why it’s not enough
I give it all to you..
And if you Leave Me now,Just Leave Me now
It’s the better thing to do
It’s time to surrender,it’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit Anymore….
Sebuah lagu berjudul The Pieces Don’t Fit Anymore dari James Morrison sukses gue bawakan sebagai lagu pertama,dan tanpa ragu gue nyanyikan dengan penuh penghayatan,bagian reffrain yang meminta gue untuk bersuara lebih tinggi dan akhirnya mengundang perhatian seisi ruangan kerja,sukses membuat beberapa dari mereka menuju ke toilet karena sakit perut mendengar lengkingan suara gue yang sama sekali ga merdu…bodo amat,gue terus membawakan lagu demi lagu tanpa menghiraukan mereka merasa terganggu atau tidak,,,,hahaha,betapa egoisnya gue!!
Berhasil membuat hampir seisi kantor sakit perut,gue pun dengan penuh pengertian membiarkan mereka bekerja dengan tenang lagi,kali ini gue memilih membaca buku,kebetulan gue punya novelnya Kang Abik “Ketika Tasbih Bercinta” Eh salah ding,yang bener “Ketika Cinta Bertasbih”,yang semalam baru gue baca sampai halaman 143,dan sekarang pengen gue lanjutin,tentunya dengan penuh penghayatan juga,dengan gaya serius mirip seorang mahasiswa kutu buku dari Universitas Dodol yang sedang mencari bahan skripsi hohoho…!!
Gue membandingkan tokoh Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta,dan tokoh Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih,keduanya sebenarnya mempunyai kesamaan yaitu : sama-sama mahasiswa asal Indonesia yang sedang menimba ilmu di Universitas Al Azhar,Cairo,Mesir.Tapi walaupun dari segi cerita gue masih lebih menyukai Ayat-Ayat Cinta,kalo disuruh memilih apakah gue akan lebih senang untuk menjadi seorang Fahri atau seorang Azzam ??,maka gue akan lebih memilih untuk jadi Azzam,kalo kata Ahmad tohari bahwa Fahri itu adalah”Santri salaf metropolis dan musafir yang haus ilmu” maka Azzam adalah “Santri salaf metropolis yang sadar berwiraswasta”,most of all kedua karya Kang Abik ini sangat bagus dan berbobot,itu kata gue lhoo…ga tau deh menurut orang laen.
Koq hujan ga turun-turun ya??padahal diluar sana terlihat makin gelap,kelabu,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana seperti seorang manusia yang sedang sedih,gelisah,murung dan sedang bergelut dengan begitu banyak beban pikiran,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana adalah Gue….iya Gue !!…dan tak perlu gue jelasin kenapa begitu.
Semoga saja hujan ga jadi turun,semoga saja ini Cuma sekedar mendung…karena yang gue tau,Mendung ga berarti hujan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar