Jumat, 24 Oktober 2008

I'm Sorry Ma Fren

Baru saja seorang teman gue meminta pendapat gue tentang masalah hubungannya yang saat ini sedang menimpanya,masalahnya sebenarnya sederhana,ya sederhana menurut gue,dan mungkin juga sederhana bagi anak usia belasan yang baru mengenal cinta,sederhana juga bagi orang-orang yang hanya menjalani hubungan dengan setengah-setengah.
Teman gue itu sedang memiliki sebuah hubungan dengan seorang gadis anak kuliahan,menurutnya dia sangat mencintai gadis itu dan ingin mengajak dia untuk menikah,maklum teman gue yang satu ini memang sudah menginjak kepala 3,dan bagi keluarganya dia didesak untuk segera menikah.
Perkenalan keduanya berawal ketika kedua orang tua masing-masing sepakat untuk memperkenalkan keduanya,oleh kedua belah pihak diaturlah tanggal dan waktu yang tepat untuk mereka bertemu.
Pucuk dicinta ulam pun tiba,pertemuan pertama kalinya itu berhasil menumbuhkan benih cinta antara keduanya,mereka sama-sama merasa cocok,selain karena orang tua mereka sama-sama mendukung.
Tapi ternyata perjalanan cinta memang selalu tak mudah,pada saat cintanya sedang berapi-api,ditambah rindu yang membuncah,disaat itu juga si gadis mengungkapkan satu kejujuran bahwa sebenarnya dia sedang menjalani hubungan juga dengan orang lain,dan orang lain itu setahu dia sangat mencintainya ,si gadis itupun tak bisa memungkiri kalo sudah sayang sama orang itu ,sehingga sekarang dia berada pada posisi yang dilematis,di satu sisi dia sayang sama cowonya yang terdahulu,disatu sisi dia juga menyukai temen gue itu,apalagi ditambah sersetujuan dan sedikit "desakan" oleh orang tua yang ga bisa dia bantah. Weleh..weleh!!!

Kasian teman gue yang sekarang sedang dirundung kebingungan itu,bingung antara harus meneruskan hubungan segitiga itu ataukah mundur dan meneruskan perjuangannya dalam pencarian menemukan sang kekasih sejati..dan lebih kasian lagi,sampai saat akhir penuturannya tentang kisah cintanya yang dilematis,gue ga bisa memberikan pendapat apa-apa,gue juga ga bisa menawarkan solusi apa-apa,Ohh..Fren,gue harap lo juga ngerti karena saat ini juga gue sedang dirundung banyak masalah,saat ini juga gue sedang berkutat dengan hal-hal yang diantaranya juga bukan masalah gue,Peace ya Fren…kalo sebelumnya gue bisa jadi motivator,bisa jadi problem solver,maka kali ini silahkan saja menyebut gue sebagai teman yang “payah”,ah Fren..yang gue tau lo ga begitu kan??santai saja…masih banyak ikan dilaut koq!!

Teman gue itupun berlalu dari hadapan gue dengan wajah yang diliputi berbagai rasa,antara kecewa,sedih,marah dan gundah gulana,haiahh!!kasian deh lo fren…tapi apa lo ga tau bahwa nasib gue ga berbeda jauh sama lo bahkan lebih buruk??setelah gue di dumped out sama mantan gue karena ternyata dia punya kekasih lain,dan hampir disaat yang bersamaan keluarga gue juga berada diambang keancuran karena bonyok gue mo divorce lalu sebagai anak tertua gue harus punya peran untuk menjadi sang penyelamat keluarga,Akh….lo yang payah kali Fren…Masalah cinta doang lo bawa kesini ampe ga bisa kerja segala.Melankolis bgt sih lo ah!!
Percaya aja bahwa kita manusia tuh udah diciptain berpasang-pasangan,1 cowok untuk 1 cewek,dan sebaliknya.Jadi ga usah kwatirlah fren…baru aja menginjak 30 tahun udah panik gitu kaya dah 50 tahun,hahahaaha..semangat,man!!
Begitulah kira-kira yang ingin gue sampaikan ke temen gue itu kalo seandainya tadi gue terpaksa bicara,dan sebaris kalimat itu sudah terlintas dikepala gue,hanya saja gue kehilangan keberanian untuk menyampaikan kedia,berkali-kali gue jadi problem solver,motivator dan teman berdebat dalam hal cinta sama dia dan berkali-kali pulalah gue ga bisa menyelesaikan masalah gue sendiri,ironis sih,tapi itulah gue,selalu lebih senang memberikan semangat ke orang lain tanpa butuh orang lain menyemangati gue,yang akhir-akhir ini gue sadari bahwa gue membutuhkan orang lain juga seperti temen gue itu membutuhkan masukan,pendapat,semangat dan motivasi dari gue
Egoiskah gue??mungkin,tanyakan saja sama mantan pacar gue,hahahaha…

Sudah sore.sebentar lagi pulang,tumben-tumbenan pekerjaan hari ini yang awalnya gue pikir ga akan bisa gue selesain karena kondisi badan gue yang sangat tidak bersahabat-lebih cepat selesai dari hari-hari biasanya ketika gue dalam keadaan sehat dan cukup fit,mungkin saja karena sejak pagi gue lebih betah berkonsentrasi menghadapi pekerjaan ketimbang melakukan hal lain yang cuma buang waktu,ada perasaan puas yang menyelinap walaupun akhirnya banyak telpon yang gue abaikan karena ga mau itu menyita waktu gue.Andai gue bisa sedewasa hari ini di hari-hari lain.

1 komentar:

Liz mengatakan...

Yeee...
cemen lo!!
ngomong atuh!!
kalo emang cwena ngga mao ama dia, ya, itu sie derita dia dong!
bego amet pren lo?!
gw yang blm nginjak kpala 2 aja sedewasa aki-aki.
hihihi
ngga nyampung yah??