Terik matahari siang ini begitu menyengat,mungkin sebentar lagi akan hujan.Seperti biasanya.Sebuah fonomena alam yang sampai sekarang gue ga ngerti penjelasan ilmiahnya,yang gue tau dari dulu jika udara terasa begitu panas tak seperti biasanya,maka itu pertanda bahwa segera akan turun hujan setelahnya.
Pikiran gue masih terkonsentrasi pada pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk,maklumlah,di akhir bulan seperti ini memang ada begitu banyak laporan-laporan yang harus diselesaikan,terlebih di bulan ini setelah diadakan audit oleh customer semata wayang yang rutin diadakan setiap 3 bulan.
Oh ya,hampir seminggu gue membiarkan blog ini kosong,bukan karena gue terlalu sibuk,bukan juga karena akhirnya gue menemukan sesuatu yang baru.Selalu ada keinginan untuk menceritakan hal-hal disekitar gue setiap kali gue melihat deretan huruf pada benda bernama keyboard itu,hanya saja otak gue seperti sedang dijejali dengan beribu beban,masih ada banyak masalah yang mau tak mau harus gue selesaikan dan gue bosan menceritakan itu disini.Sekarang semua itu seperti sudah menjadi menu sehari-hari.Dan memang,hidup itu ada karena masalah-masalahnya,bukan hidup namanya jika tanpa masalah.
Setidaknya gue ingin menjadi salah satu diantara orang-orang yang bersyukur karena seberat apapun masalah yang menimpa,gue selalu diberikan jalan keluar oleh sang maha pencipta,dan hikmahnya adalah bahwa dengan itulah kita belajar mendewasakan diri,manusia yang selalu diberi kemudahan adalah manusia yang tak punya pegangan dan hanya akan tumbuh menjadi manusia yang rapuh dan tak tahan cobaan,hmmm…dari sudut pandang yang berbeda gue melihat bahwa sebenarnya terselip begitu banyak anugerah disini,atau lebih tepatnya gue menyebutnya dengan “Anugerah yang tersamar”.Betapa maha adilnya Engkau wahai Tuhan.
Kesedihan dari kesendirian perlahan-lahan mulai beranjak pergi meninggalkan keseharian gue,waktu-waktu yang gue lalui sudah mulai menampakkan warna-warninya,mulai menunjukkan pesona indahnya,dan redup cahaya yang dulunya kelam berselimut kabut tebal sekarang terasa kian benderang, proses mengubahnya seperti sebuah perjalanan hari,ada siang ada malam,ada panas ada hujan dan seterusnya.Itulah siklus hidup yang ga bisa kita elakkan,sudah diatur dan digariskan,maka berbahagialah kepada orang-orang yang selalu mensyukuri anugerah Tuhan.
Jumat, 31 Oktober 2008
Sabtu, 25 Oktober 2008
(Ternyata)sendiri itu indah..
Gue hampir lupa kalau malam ini ternyata malam minggu,dan kalau tidak salah,ini adalah malam minggu ke 7 gue sendirian,entah masih berapa malam minggu lagi gue akan seperti ini,duduk sendirian di kantor,membuka file-file kerja lama yang sebenarnya sudah selesai,membuat rencana-rencana kerja ,membaca buku yang beberapa diantaranya sebenarnya sudah gue baca,atau sekedar main gitar dan membiarkan diri gue larut dalam kesendirian,merelakan waktu agar cepat berjalan.Malam yang cukup indah,walaupun pada saat gue menengok keluar dan memperhatikan bahwa tak ada bulan ataupun bintang di langit sana.Saat jendela itu gue buka yang ada hanya hawa dingin yang menusuk tulang.Udara yang keluar dari balik pepohonan yang basah karena sore tadi hujan begitu terasa,sesekali gue mengarahkan pandangan ke luar jalan,beberapa pasangan yang lagi jatuh cinta bergandengan tangan,tampak terlihat senyum mereka yang gembira.Atau pada sebuah sepeda motor yang kebetulan melintas,dengan sang joki yang tertawa lepas karena habis digelitik oleh seorang lawan jenis yang diboncengnya,mungkin pacarnya,karena setelah itu tangan si gadis tanpa diperintah langsung melingkar dengan erat di pinggang sang joki,Ahh..betapa bahagianya mereka!
Sudah 13 jam gue disini.Sebuah pemandangan yang tak biasa oleh orang-orang di sekeliling gue saat malam minggu,sama seperti seminggu sebelumnya saat gue merayakan ulang tahun sendiri,disini,di tempat yang sama.Kemana mereka?kemana orang-orang yang dulu hampir tiap hari tak bosan-bosannya berkata”I Love You” atau “Aku kangen bgt ma kamu sayang”,apa mereka tak melihat gue sendirian disini??benar jika seseorang pernah berkata ke gue bahwa tak ada cinta yang abadi,satu-satunya cinta yang abadi ya cinta kita kepada Sang Pencipta,karena dengan kita mencintaiNya maka dia akan melimpahkan kecintaanNya juga kepada kita,dan itu abadi.
Kesendirian memang memilukan,seperti terasing di pulau tak bertuan.Tetapi juga terkadang banyak memberikan kita pelajaran berharga,pelajaran yang tak kan pernah didapatkan pada saat kita sedang terlarut dalam euphoria,dalam kehura-huraan,dan setidaknya malam ini ada satu pelajaran penting yang semoga akan berguna untuk diri gue kelak.
“Tak ada yang benar-benar mudah” ya..memang tak ada,karena kebahagiaan tidak akan didapatkan dengan jalan yang begitu mudahnya,sesuatu yang teramat mudah kita dapatkan justru adalah boomerang bagi kita,proseslah yang menjadi penentu kebahagiaan kita,titik-titik yang kita lalui untuk mencapai satu tujuan itulah sebenarnya inti dari ikhtiar dan bentuk cinta kita kepada Sang Pencipta.
Sudah 13 jam gue disini.Sebuah pemandangan yang tak biasa oleh orang-orang di sekeliling gue saat malam minggu,sama seperti seminggu sebelumnya saat gue merayakan ulang tahun sendiri,disini,di tempat yang sama.Kemana mereka?kemana orang-orang yang dulu hampir tiap hari tak bosan-bosannya berkata”I Love You” atau “Aku kangen bgt ma kamu sayang”,apa mereka tak melihat gue sendirian disini??benar jika seseorang pernah berkata ke gue bahwa tak ada cinta yang abadi,satu-satunya cinta yang abadi ya cinta kita kepada Sang Pencipta,karena dengan kita mencintaiNya maka dia akan melimpahkan kecintaanNya juga kepada kita,dan itu abadi.
Kesendirian memang memilukan,seperti terasing di pulau tak bertuan.Tetapi juga terkadang banyak memberikan kita pelajaran berharga,pelajaran yang tak kan pernah didapatkan pada saat kita sedang terlarut dalam euphoria,dalam kehura-huraan,dan setidaknya malam ini ada satu pelajaran penting yang semoga akan berguna untuk diri gue kelak.
“Tak ada yang benar-benar mudah” ya..memang tak ada,karena kebahagiaan tidak akan didapatkan dengan jalan yang begitu mudahnya,sesuatu yang teramat mudah kita dapatkan justru adalah boomerang bagi kita,proseslah yang menjadi penentu kebahagiaan kita,titik-titik yang kita lalui untuk mencapai satu tujuan itulah sebenarnya inti dari ikhtiar dan bentuk cinta kita kepada Sang Pencipta.
Jumat, 24 Oktober 2008
To My Best Friend
Gue ingin kesana lagi,ke rumahnya,rumah yang sudah hampir seminggu ini gue berada disana sepulang kerja,gue begitu nyaman disana,merasakan indahnya bercanda dan tertawa,kadang-kadang gue bawa dvd dari rumah dan nonton bersama,ketika gue sakit dia dengan tulusnya menyediakan gue obat dan memaksa gue untuk meminumnya,hmmm…begitu perhatiannya ,sebenarnya wanita seperti inilah yang harus gue punya,yang harus gue jaga.Tapi sampai detik ini gue ga ngerasain apa-apa,ga ada chemistry sedikitpun yang tercipta,bahkan tak terdorong sedikitpun untuk sekedar menggenggam tangannya bila dia sedang disamping gue,rasa itu tak ada.
Sekali gue pernah mencoba untuk sengaja “memaksa”rasa itu keluar,dengan sengaja membiarkan lengannya memeluk gue dari belakang,menerima satu atau dua suap makanan dari sendok yang memang sengaja diarahkan ke mulut gue,membiarkan dia berbisik mesra di dekat telinga gue,dengan kata-kata yang seharusnya bisa membahagiakan,tapi tetap tak bisa,perasaan itu tak bisa keluar,tak bisa dipaksakan.
Sejujurnya gue juga sedih melihat dia,gue tau dia memang kesepian,gue tau dia memang butuh kasih sayang,seperti juga yang terjadi dalam diri gue,ada begitu banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya karena memang dia begitu menarik, begitu memesona,dengan senyumnya yang khas dan tatapannya yang menyejukkan tapi belum ada satupun yang bisa meluluhkan hatinya,masih tetap membeku seperti batu es yang selalu setia pada bentuknya ketika tersimpan dalam suhu yang memang membekukan.
Aneh,tapi kenapa gue selalu ingin ada di dekatnya,setidaknya bisa melihatnya,menyanyikan beberapa lagu kesukaannya lalu kemudian kita bisa berjam-jam bercerita,seperti dalam sebuah rapat paripurna,begitu nyaman,begitu menentramkan saat ada disampingnya,hanya saja…gue tau rasa nyaman ini hanya berujung pada batas sebagai seorang teman,dan kalu bisa Gue ingin menjadikannya sahabat,bukan kekasih,pacar,atau apapun namanya itu yang mempunya arti kedekatan khusus,tak ada niat sedikitpun untuk itu,dan jika bisa guepun ingin agar dia menginginkan hal yang sama.
Tapi gue ga melihat itu dalam dirinya,ada semacam keinginan lebih yang bisa gue tangkap dari gerak-geriknya,cara bicaranya,dari sorot matanya serta tingkah lakunya,Ahh..semoga saja ini hanya perasaan GR seorang laki-laki yang memang sedang membutuhkan kasih sayang dari seseorang,walau kenyataannya orang itu bukan dia,karena sekali lagi tak ada perasaan apa-apa,…tak ada!!
Gue ingin kesana lagi malam ini,kembali ingin merasakan kenyamanan bersama seseorang yang selama ini telah hilang,semoga dia juga sedang menantikan gue,seperti isi SMS yang belum lama dikirimnya
“Tmenin aku donk,BT nih…Cuma kamu yang bisa bikin BT aku ilang,kesini yach…”.
Gue sudah selesai mandi,dan malah sudah rapi..ketika gue ingin melangkahkan kaki,tiba-tiba melintas sebuah pertanyaan dalam diri
“Apakah kamu yakin mau ke rumahnya malam ini??”.
Langkah guepun terhenti,gue ingin bertanya lagi apakah gue memang yakin mau kerumahnya saat ini??sejenak gue menghayati,terdiam dan kembali merenungi,gue takut jika kedatangan gue disalah artikan sebagai sebuah harapan bahwa nanti gue akan menghadiahkannya sebuah hubungan,ahh…gue ga mau menyakitinya lebih dalam,dia sudah terluka sebelumnya karena disakiti oleh mantan kekasihnya,dan itu belum lama,baru menginjak 4 bulan,apakah gue harus membiarkan dia terluka lagi??Tak akan,tak akan gue biarkan dia terluka lagi.Gue membuka lagi sepatu yang sudah gue kenakan,gue lepas lagi jaket yang sudah menempel di badan,biarlah saat ini dia sedih karena gue tak datang,dan semoga besok serta besoknya lagi saat gue tak bisa datang lagi menemani,dia akan lebih bisa paham dan menerima bahwa gue hanya ingin menjadikan dia sebagai teman,ya teman…tak lebih!!biarkan nanti waktu yang akan memberi bukti dan gue akan datang lagi setelah dia benar-benar mengerti bahwa menjadi seorang teman memang akan lebih berarti daripada seorang kekasih..
“Maaf yach…aku ga bisa datang malam ini,dan mungkin juga seterusnya”
Option
Send
Sending Text Message
Delivered : My Best Friend
Sekali gue pernah mencoba untuk sengaja “memaksa”rasa itu keluar,dengan sengaja membiarkan lengannya memeluk gue dari belakang,menerima satu atau dua suap makanan dari sendok yang memang sengaja diarahkan ke mulut gue,membiarkan dia berbisik mesra di dekat telinga gue,dengan kata-kata yang seharusnya bisa membahagiakan,tapi tetap tak bisa,perasaan itu tak bisa keluar,tak bisa dipaksakan.
Sejujurnya gue juga sedih melihat dia,gue tau dia memang kesepian,gue tau dia memang butuh kasih sayang,seperti juga yang terjadi dalam diri gue,ada begitu banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya karena memang dia begitu menarik, begitu memesona,dengan senyumnya yang khas dan tatapannya yang menyejukkan tapi belum ada satupun yang bisa meluluhkan hatinya,masih tetap membeku seperti batu es yang selalu setia pada bentuknya ketika tersimpan dalam suhu yang memang membekukan.
Aneh,tapi kenapa gue selalu ingin ada di dekatnya,setidaknya bisa melihatnya,menyanyikan beberapa lagu kesukaannya lalu kemudian kita bisa berjam-jam bercerita,seperti dalam sebuah rapat paripurna,begitu nyaman,begitu menentramkan saat ada disampingnya,hanya saja…gue tau rasa nyaman ini hanya berujung pada batas sebagai seorang teman,dan kalu bisa Gue ingin menjadikannya sahabat,bukan kekasih,pacar,atau apapun namanya itu yang mempunya arti kedekatan khusus,tak ada niat sedikitpun untuk itu,dan jika bisa guepun ingin agar dia menginginkan hal yang sama.
Tapi gue ga melihat itu dalam dirinya,ada semacam keinginan lebih yang bisa gue tangkap dari gerak-geriknya,cara bicaranya,dari sorot matanya serta tingkah lakunya,Ahh..semoga saja ini hanya perasaan GR seorang laki-laki yang memang sedang membutuhkan kasih sayang dari seseorang,walau kenyataannya orang itu bukan dia,karena sekali lagi tak ada perasaan apa-apa,…tak ada!!
Gue ingin kesana lagi malam ini,kembali ingin merasakan kenyamanan bersama seseorang yang selama ini telah hilang,semoga dia juga sedang menantikan gue,seperti isi SMS yang belum lama dikirimnya
“Tmenin aku donk,BT nih…Cuma kamu yang bisa bikin BT aku ilang,kesini yach…”.
Gue sudah selesai mandi,dan malah sudah rapi..ketika gue ingin melangkahkan kaki,tiba-tiba melintas sebuah pertanyaan dalam diri
“Apakah kamu yakin mau ke rumahnya malam ini??”.
Langkah guepun terhenti,gue ingin bertanya lagi apakah gue memang yakin mau kerumahnya saat ini??sejenak gue menghayati,terdiam dan kembali merenungi,gue takut jika kedatangan gue disalah artikan sebagai sebuah harapan bahwa nanti gue akan menghadiahkannya sebuah hubungan,ahh…gue ga mau menyakitinya lebih dalam,dia sudah terluka sebelumnya karena disakiti oleh mantan kekasihnya,dan itu belum lama,baru menginjak 4 bulan,apakah gue harus membiarkan dia terluka lagi??Tak akan,tak akan gue biarkan dia terluka lagi.Gue membuka lagi sepatu yang sudah gue kenakan,gue lepas lagi jaket yang sudah menempel di badan,biarlah saat ini dia sedih karena gue tak datang,dan semoga besok serta besoknya lagi saat gue tak bisa datang lagi menemani,dia akan lebih bisa paham dan menerima bahwa gue hanya ingin menjadikan dia sebagai teman,ya teman…tak lebih!!biarkan nanti waktu yang akan memberi bukti dan gue akan datang lagi setelah dia benar-benar mengerti bahwa menjadi seorang teman memang akan lebih berarti daripada seorang kekasih..
“Maaf yach…aku ga bisa datang malam ini,dan mungkin juga seterusnya”
Option
Send
Sending Text Message
Delivered : My Best Friend
I'm Sorry Ma Fren
Baru saja seorang teman gue meminta pendapat gue tentang masalah hubungannya yang saat ini sedang menimpanya,masalahnya sebenarnya sederhana,ya sederhana menurut gue,dan mungkin juga sederhana bagi anak usia belasan yang baru mengenal cinta,sederhana juga bagi orang-orang yang hanya menjalani hubungan dengan setengah-setengah.
Teman gue itu sedang memiliki sebuah hubungan dengan seorang gadis anak kuliahan,menurutnya dia sangat mencintai gadis itu dan ingin mengajak dia untuk menikah,maklum teman gue yang satu ini memang sudah menginjak kepala 3,dan bagi keluarganya dia didesak untuk segera menikah.
Perkenalan keduanya berawal ketika kedua orang tua masing-masing sepakat untuk memperkenalkan keduanya,oleh kedua belah pihak diaturlah tanggal dan waktu yang tepat untuk mereka bertemu.
Pucuk dicinta ulam pun tiba,pertemuan pertama kalinya itu berhasil menumbuhkan benih cinta antara keduanya,mereka sama-sama merasa cocok,selain karena orang tua mereka sama-sama mendukung.
Tapi ternyata perjalanan cinta memang selalu tak mudah,pada saat cintanya sedang berapi-api,ditambah rindu yang membuncah,disaat itu juga si gadis mengungkapkan satu kejujuran bahwa sebenarnya dia sedang menjalani hubungan juga dengan orang lain,dan orang lain itu setahu dia sangat mencintainya ,si gadis itupun tak bisa memungkiri kalo sudah sayang sama orang itu ,sehingga sekarang dia berada pada posisi yang dilematis,di satu sisi dia sayang sama cowonya yang terdahulu,disatu sisi dia juga menyukai temen gue itu,apalagi ditambah sersetujuan dan sedikit "desakan" oleh orang tua yang ga bisa dia bantah. Weleh..weleh!!!
Kasian teman gue yang sekarang sedang dirundung kebingungan itu,bingung antara harus meneruskan hubungan segitiga itu ataukah mundur dan meneruskan perjuangannya dalam pencarian menemukan sang kekasih sejati..dan lebih kasian lagi,sampai saat akhir penuturannya tentang kisah cintanya yang dilematis,gue ga bisa memberikan pendapat apa-apa,gue juga ga bisa menawarkan solusi apa-apa,Ohh..Fren,gue harap lo juga ngerti karena saat ini juga gue sedang dirundung banyak masalah,saat ini juga gue sedang berkutat dengan hal-hal yang diantaranya juga bukan masalah gue,Peace ya Fren…kalo sebelumnya gue bisa jadi motivator,bisa jadi problem solver,maka kali ini silahkan saja menyebut gue sebagai teman yang “payah”,ah Fren..yang gue tau lo ga begitu kan??santai saja…masih banyak ikan dilaut koq!!
Teman gue itupun berlalu dari hadapan gue dengan wajah yang diliputi berbagai rasa,antara kecewa,sedih,marah dan gundah gulana,haiahh!!kasian deh lo fren…tapi apa lo ga tau bahwa nasib gue ga berbeda jauh sama lo bahkan lebih buruk??setelah gue di dumped out sama mantan gue karena ternyata dia punya kekasih lain,dan hampir disaat yang bersamaan keluarga gue juga berada diambang keancuran karena bonyok gue mo divorce lalu sebagai anak tertua gue harus punya peran untuk menjadi sang penyelamat keluarga,Akh….lo yang payah kali Fren…Masalah cinta doang lo bawa kesini ampe ga bisa kerja segala.Melankolis bgt sih lo ah!!
Percaya aja bahwa kita manusia tuh udah diciptain berpasang-pasangan,1 cowok untuk 1 cewek,dan sebaliknya.Jadi ga usah kwatirlah fren…baru aja menginjak 30 tahun udah panik gitu kaya dah 50 tahun,hahahaaha..semangat,man!!
Begitulah kira-kira yang ingin gue sampaikan ke temen gue itu kalo seandainya tadi gue terpaksa bicara,dan sebaris kalimat itu sudah terlintas dikepala gue,hanya saja gue kehilangan keberanian untuk menyampaikan kedia,berkali-kali gue jadi problem solver,motivator dan teman berdebat dalam hal cinta sama dia dan berkali-kali pulalah gue ga bisa menyelesaikan masalah gue sendiri,ironis sih,tapi itulah gue,selalu lebih senang memberikan semangat ke orang lain tanpa butuh orang lain menyemangati gue,yang akhir-akhir ini gue sadari bahwa gue membutuhkan orang lain juga seperti temen gue itu membutuhkan masukan,pendapat,semangat dan motivasi dari gue
Egoiskah gue??mungkin,tanyakan saja sama mantan pacar gue,hahahaha…
Sudah sore.sebentar lagi pulang,tumben-tumbenan pekerjaan hari ini yang awalnya gue pikir ga akan bisa gue selesain karena kondisi badan gue yang sangat tidak bersahabat-lebih cepat selesai dari hari-hari biasanya ketika gue dalam keadaan sehat dan cukup fit,mungkin saja karena sejak pagi gue lebih betah berkonsentrasi menghadapi pekerjaan ketimbang melakukan hal lain yang cuma buang waktu,ada perasaan puas yang menyelinap walaupun akhirnya banyak telpon yang gue abaikan karena ga mau itu menyita waktu gue.Andai gue bisa sedewasa hari ini di hari-hari lain.
Teman gue itu sedang memiliki sebuah hubungan dengan seorang gadis anak kuliahan,menurutnya dia sangat mencintai gadis itu dan ingin mengajak dia untuk menikah,maklum teman gue yang satu ini memang sudah menginjak kepala 3,dan bagi keluarganya dia didesak untuk segera menikah.
Perkenalan keduanya berawal ketika kedua orang tua masing-masing sepakat untuk memperkenalkan keduanya,oleh kedua belah pihak diaturlah tanggal dan waktu yang tepat untuk mereka bertemu.
Pucuk dicinta ulam pun tiba,pertemuan pertama kalinya itu berhasil menumbuhkan benih cinta antara keduanya,mereka sama-sama merasa cocok,selain karena orang tua mereka sama-sama mendukung.
Tapi ternyata perjalanan cinta memang selalu tak mudah,pada saat cintanya sedang berapi-api,ditambah rindu yang membuncah,disaat itu juga si gadis mengungkapkan satu kejujuran bahwa sebenarnya dia sedang menjalani hubungan juga dengan orang lain,dan orang lain itu setahu dia sangat mencintainya ,si gadis itupun tak bisa memungkiri kalo sudah sayang sama orang itu ,sehingga sekarang dia berada pada posisi yang dilematis,di satu sisi dia sayang sama cowonya yang terdahulu,disatu sisi dia juga menyukai temen gue itu,apalagi ditambah sersetujuan dan sedikit "desakan" oleh orang tua yang ga bisa dia bantah. Weleh..weleh!!!
Kasian teman gue yang sekarang sedang dirundung kebingungan itu,bingung antara harus meneruskan hubungan segitiga itu ataukah mundur dan meneruskan perjuangannya dalam pencarian menemukan sang kekasih sejati..dan lebih kasian lagi,sampai saat akhir penuturannya tentang kisah cintanya yang dilematis,gue ga bisa memberikan pendapat apa-apa,gue juga ga bisa menawarkan solusi apa-apa,Ohh..Fren,gue harap lo juga ngerti karena saat ini juga gue sedang dirundung banyak masalah,saat ini juga gue sedang berkutat dengan hal-hal yang diantaranya juga bukan masalah gue,Peace ya Fren…kalo sebelumnya gue bisa jadi motivator,bisa jadi problem solver,maka kali ini silahkan saja menyebut gue sebagai teman yang “payah”,ah Fren..yang gue tau lo ga begitu kan??santai saja…masih banyak ikan dilaut koq!!
Teman gue itupun berlalu dari hadapan gue dengan wajah yang diliputi berbagai rasa,antara kecewa,sedih,marah dan gundah gulana,haiahh!!kasian deh lo fren…tapi apa lo ga tau bahwa nasib gue ga berbeda jauh sama lo bahkan lebih buruk??setelah gue di dumped out sama mantan gue karena ternyata dia punya kekasih lain,dan hampir disaat yang bersamaan keluarga gue juga berada diambang keancuran karena bonyok gue mo divorce lalu sebagai anak tertua gue harus punya peran untuk menjadi sang penyelamat keluarga,Akh….lo yang payah kali Fren…Masalah cinta doang lo bawa kesini ampe ga bisa kerja segala.Melankolis bgt sih lo ah!!
Percaya aja bahwa kita manusia tuh udah diciptain berpasang-pasangan,1 cowok untuk 1 cewek,dan sebaliknya.Jadi ga usah kwatirlah fren…baru aja menginjak 30 tahun udah panik gitu kaya dah 50 tahun,hahahaaha..semangat,man!!
Begitulah kira-kira yang ingin gue sampaikan ke temen gue itu kalo seandainya tadi gue terpaksa bicara,dan sebaris kalimat itu sudah terlintas dikepala gue,hanya saja gue kehilangan keberanian untuk menyampaikan kedia,berkali-kali gue jadi problem solver,motivator dan teman berdebat dalam hal cinta sama dia dan berkali-kali pulalah gue ga bisa menyelesaikan masalah gue sendiri,ironis sih,tapi itulah gue,selalu lebih senang memberikan semangat ke orang lain tanpa butuh orang lain menyemangati gue,yang akhir-akhir ini gue sadari bahwa gue membutuhkan orang lain juga seperti temen gue itu membutuhkan masukan,pendapat,semangat dan motivasi dari gue
Egoiskah gue??mungkin,tanyakan saja sama mantan pacar gue,hahahaha…
Sudah sore.sebentar lagi pulang,tumben-tumbenan pekerjaan hari ini yang awalnya gue pikir ga akan bisa gue selesain karena kondisi badan gue yang sangat tidak bersahabat-lebih cepat selesai dari hari-hari biasanya ketika gue dalam keadaan sehat dan cukup fit,mungkin saja karena sejak pagi gue lebih betah berkonsentrasi menghadapi pekerjaan ketimbang melakukan hal lain yang cuma buang waktu,ada perasaan puas yang menyelinap walaupun akhirnya banyak telpon yang gue abaikan karena ga mau itu menyita waktu gue.Andai gue bisa sedewasa hari ini di hari-hari lain.
Selasa, 21 Oktober 2008
ke cikarang euy..
Pagi ini gue memilih menggunakan Bis menuju ke Cikarang daripada mengendarai Motor,gue membutuhkan suasana yang lebih santai saat dalam perjalanan,bisa baca buku,SMSan,atau sekedar memainkan game ga penting di Nokia 5700 gue,HP yang gue beli 2 bulan lalu dari seseorang yang menawarkannya pada sebuah counter di Supermal Lippo Karawaci,secara kebetulan pada saat gue sedang mencari type HP yang sama di counter itu yang akhirnya membuat kita sama-sama diuntungkan tapi membuat si mbak penjaga counter gregetan gara-gara “mangsa”nya gue rebut,hehehehe…
Main game pada saat dalam perjalanan memang mengasyikkan,tapi dalam kondisi otak yang lagi mumet masih lebih menyenangkan kalo gue mendengarkan lagu sambil merem dengan posisi nyender sambil naekin kaki,santai dah pokoknya,kaya di pantai,bikin sang kondektur geleng-geleng sambil bergumam”Et dah..dah kaya ni Bus punya emaknya dia yak???” atau mungkin “Bah !!,Macam dia yang punya Bus ini saza”,bodo amat ah,gue ga peduli,gue kan bayar,weeee..!!!
Yang gue tau dalam dada gue sekarang sedang berkecamuk perasaan yang bercampur aduk memikirkan kejadian-kejadian yang menimpa gue akhir-akhir ini .Kecewa,sedih,marah,kesel,males,penat,cape,ada seneng juga karena bagaimanapun gue ga berdiri di saat yang lain berdesakan,berdampingan dan senggol-senggolan.Belum lagi para penumpang tak diundang yang menamakan diri mereka artis jalanan atau pengamen jalanan dengan modal kecrekan plus bising jalanan dan lagu yang tak karuan,makin menambah penderitaan para penumpang yang tak kebagian tempat duduk.Gue memerhatikan setiap raut wajah mereka yang berdiri,keinginan gue yang tadinya merem sambil menikmati lagu jadi hilang, banyak pemandangan yang tak kalah menghiburnya saat ini,saat kedua pengamen berusia belasan bermodalkan kecrekan membawakan sebuah lagu berbahasa inggris yang mungkin maksud mereka judulnya adalah “Starlight” dari band bernama Muse itu.
Stelait..Awibi kesing e stelait…
Begitu saat lagu itu dinyanyikan dan mengundang senyum simpul para pendengar yang memang mengerti seperti apa seharusnya lagu itu dinyanyikan,tapi tanpa menghiraukan pelafalan yang kacau balau,kedua pengamen itu dengan cueknya meneruskan lagu nya sampai selesai.”Dasar dodol”gumam gue sambil senyum setengah tertawa.
Atau memerhatikan seorang bapak-bapak setengah baya,dengan wajah lesu dan lusuh seperti sedang menahan ratusan ton beban hidup di atas pundaknya yang ringkih,gue jadi teringat bokap gue dikampung,apa kabar dia disana??segera gue mengarahkan menu HP ke Messages lalu kemudian mengetikan sebaris kalimat sekedar menanyakan ke bokap gue,apa kabarnya disana,apa kabar pula masalah-masalah yang kemarin,apa sebagai seorang kepala rumah tangga dia sudah menyelesaikannya dengan baik dengan nyokap gue??sampai saat ini memang gue belum tau pasti bagaimana keputusan keduanya setelah bertengkar hebat beberapa waktu yang lalu.Gue memang belum banyak mencari tau,gue sadar ini adalah masalah mereka yang perlu mereka selesaikan tanpa campur tangan gue,bagi gue mereka lebih banyak merasakan asam garam kehidupan,jadi sepatutnyalah mereka yang lebih tau jalan keluar terbaik bagi masalah mereka.Peran gue sebagai Anak tertua cukuplah sebagai penyampai keinginan bahwa kami sebagai anak-anak hanya menginginkan keluarga kami tetap utuh dan bahagia,apapun yang terjadi.
“Delivered.”Sebuah pesan balasan dari operator penanda bahwa SMS yang gue kirimkan sudah diterima oleh nomor yang dituju,semoga setelah beliau menerima pesan itu akan terpikirkan olehnya bahwa betapa anak-anaknya masih memberi perhatian dan menyayanginya lalu membatalkan keinginan untuk “Divorce” keputusan yang menurut gue sangat ga penting di usia mereka yang sudah kepala 5.Udahlah…udah pada tua koq masih pada iseng aja nyari-nyari perkara…!!Pikiran gue lelah mengembara,terbang menuju titik tiap-tiap masalah dan mencari pemecahannya,terkadang terbangnya begitu tinggi,lalu kemudian merendah,berputar-putar dan terbang lagi,lalu…..Guepun ketiduran,terlelap bersama juta tanya,Apa,dimana,bagaimana…,hingga tak terdengar lagi suara fals sang pengamen,seraknya suara kondektur dan bisingnya suara jalanan….Zzzzzzhhhhh!!!!
“Terminal…Terminal habis,Terminal habis…!!!”,Suara serak sang kondektur dengan decibel tinggi membuat gue terbangun seketika,dengan tangan yang masih menggenggam HP,”Untung ga dicopet orang”gumam gue.Dengan langkah yang masih agak berat gue menuju ke arah pintu belakang bis,berdesakan dengan penumpang yang bergegas ingin segera sampai ke tempat tujuannya masing-masing,menuju ke tempat peraduan rejekinya masing-masing,dengan disambut oleh para tukang ojek yang berebutan mendapatkan simpati sang calon penumpang,siapa cepat dia dapat,begitulah pikir mereka,padahal tak selamanya seperti itu,tak jarang sang tukang ojek yang hanya duduk diam adem ayem malah yang dipilih oleh si calon penumpang,dan salah satu calon penumpang itu adalah gue,rejeki memang ga kemana koq,hehehe,bener ga bang??And….Cikarang…Here I Come!!
Dan ternyata kebaikan hati gue dengan memilih si tukang ojek yang Cuma diem manggut-manggut di pojok terminal tadi tak berbalas setimpal setelah dia meminta tarif yang ga seharusnya,
“Berapa Bang”
Tanya gue pura-pura ga tau,padahal sih dari ritual gue tiap bulan datang kesini kalo pas menggunakan jasa ojek biasanya ga lebih dari goceng alias 5000 rupiah dan informasi itu diperkuat oleh temen-temen gue yang bekerja disini dan tetap eksis menggunakan jasa ojek.
“Dua puluh rebu aje,de..”
Jawab si Abang dengan santainya bak kepala preman yang abis nyimeng tiga linting,tapi tak sedikitpun gue menghiraukan itu sambil nyerain selembar uang gocengan.
“Kurang euy!!!”
Timpal si Abang,sambil ngembaliin uang gocengan tadi,gue perhatiin matanya kaya baru abis bangun tidur.Gue ambil aja tuh duit.
“Bujug…sejak kapan ntu tarif naik jadi 4 kali lipet segitu bang?emangnya gue baru sekali ini ape kesini,asal lo tau ye,gue tuh orang sini,kebeneran aja kali ini gue naek ojek karna abang gue ga bisa jemput,motornye mogok,Rumah gue noh deket lapangan”
Sambil dengan ngasal menunjuk ke arah rumah-rumah deket lapangan yang gue juga ga tau itu rumah siapa,wakakakak!!!
“Elo adenya Roni ye??” Tanya si abang penasaran,sepertinya seudah termakan kata-kata gue bahwa gue adalah penduduk di kampung situ.
“Emang kenape kalo gue adenya Rony??” Tanya gue balik dengan tampang seolah memang gue mempunyai kakak bernama Rony
“Hehehehe…Salam ye buat die,udah ga usah bayar,laen kali aja bayarnya,bilangin dari Kosim,gitu…” Tukas si abang mata tiga watt sambil senyam senyum dan berlalu pergi.
Wekzz…!!Adenya Rony dari Hongkong,Siapa lagi tuh Rony,apa temennya ato seseorang yang ditakutin yah??ga ngerti gue,lagipula sejak kapan gue punya kakak,sejak kapan jug ague punya rumah di cikarang??hahaha..Dasar emang ntu abang males tukang nyimeng ,kena deh lo,nganterin gue gretongan!!.
Pelajaran Moral : Kalo naek ojek,jangan pernah nanyain tarifnya kalo emang lo udah tau pasaran tarifnya,bisa-bisa dibilang seharga tiket pesawat ,apalagi kalo tukang ojeknya doyan nyimeng,hehehehe..
Di kantor,seperti biasa gue nyerahin semua laporan yang udah gue buat summary nya selama sebulan ke Pk Agroh,Plant Manager gue,ada beberapa kesalahan kecil tapi bisa diatasi,hanya untuk format penulisan yang menurutnya kurang cocok.
Hmmm….sudah jam 5 sore,dan guepun bergegas pulang,tapi kali ini tanpa menggunakan jasa tukang ojek lagi,gue nebeng sama Pak Hadi,Sales Manager yang kebetulan Rumahnya di BSD heheheehe…lumayan abis dapet ojek gretongan,skarang gue balik ke rumah gretongan juga..
Main game pada saat dalam perjalanan memang mengasyikkan,tapi dalam kondisi otak yang lagi mumet masih lebih menyenangkan kalo gue mendengarkan lagu sambil merem dengan posisi nyender sambil naekin kaki,santai dah pokoknya,kaya di pantai,bikin sang kondektur geleng-geleng sambil bergumam”Et dah..dah kaya ni Bus punya emaknya dia yak???” atau mungkin “Bah !!,Macam dia yang punya Bus ini saza”,bodo amat ah,gue ga peduli,gue kan bayar,weeee..!!!
Yang gue tau dalam dada gue sekarang sedang berkecamuk perasaan yang bercampur aduk memikirkan kejadian-kejadian yang menimpa gue akhir-akhir ini .Kecewa,sedih,marah,kesel,males,penat,cape,ada seneng juga karena bagaimanapun gue ga berdiri di saat yang lain berdesakan,berdampingan dan senggol-senggolan.Belum lagi para penumpang tak diundang yang menamakan diri mereka artis jalanan atau pengamen jalanan dengan modal kecrekan plus bising jalanan dan lagu yang tak karuan,makin menambah penderitaan para penumpang yang tak kebagian tempat duduk.Gue memerhatikan setiap raut wajah mereka yang berdiri,keinginan gue yang tadinya merem sambil menikmati lagu jadi hilang, banyak pemandangan yang tak kalah menghiburnya saat ini,saat kedua pengamen berusia belasan bermodalkan kecrekan membawakan sebuah lagu berbahasa inggris yang mungkin maksud mereka judulnya adalah “Starlight” dari band bernama Muse itu.
Stelait..Awibi kesing e stelait…
Begitu saat lagu itu dinyanyikan dan mengundang senyum simpul para pendengar yang memang mengerti seperti apa seharusnya lagu itu dinyanyikan,tapi tanpa menghiraukan pelafalan yang kacau balau,kedua pengamen itu dengan cueknya meneruskan lagu nya sampai selesai.”Dasar dodol”gumam gue sambil senyum setengah tertawa.
Atau memerhatikan seorang bapak-bapak setengah baya,dengan wajah lesu dan lusuh seperti sedang menahan ratusan ton beban hidup di atas pundaknya yang ringkih,gue jadi teringat bokap gue dikampung,apa kabar dia disana??segera gue mengarahkan menu HP ke Messages lalu kemudian mengetikan sebaris kalimat sekedar menanyakan ke bokap gue,apa kabarnya disana,apa kabar pula masalah-masalah yang kemarin,apa sebagai seorang kepala rumah tangga dia sudah menyelesaikannya dengan baik dengan nyokap gue??sampai saat ini memang gue belum tau pasti bagaimana keputusan keduanya setelah bertengkar hebat beberapa waktu yang lalu.Gue memang belum banyak mencari tau,gue sadar ini adalah masalah mereka yang perlu mereka selesaikan tanpa campur tangan gue,bagi gue mereka lebih banyak merasakan asam garam kehidupan,jadi sepatutnyalah mereka yang lebih tau jalan keluar terbaik bagi masalah mereka.Peran gue sebagai Anak tertua cukuplah sebagai penyampai keinginan bahwa kami sebagai anak-anak hanya menginginkan keluarga kami tetap utuh dan bahagia,apapun yang terjadi.
“Delivered.”Sebuah pesan balasan dari operator penanda bahwa SMS yang gue kirimkan sudah diterima oleh nomor yang dituju,semoga setelah beliau menerima pesan itu akan terpikirkan olehnya bahwa betapa anak-anaknya masih memberi perhatian dan menyayanginya lalu membatalkan keinginan untuk “Divorce” keputusan yang menurut gue sangat ga penting di usia mereka yang sudah kepala 5.Udahlah…udah pada tua koq masih pada iseng aja nyari-nyari perkara…!!Pikiran gue lelah mengembara,terbang menuju titik tiap-tiap masalah dan mencari pemecahannya,terkadang terbangnya begitu tinggi,lalu kemudian merendah,berputar-putar dan terbang lagi,lalu…..Guepun ketiduran,terlelap bersama juta tanya,Apa,dimana,bagaimana…,hingga tak terdengar lagi suara fals sang pengamen,seraknya suara kondektur dan bisingnya suara jalanan….Zzzzzzhhhhh!!!!
“Terminal…Terminal habis,Terminal habis…!!!”,Suara serak sang kondektur dengan decibel tinggi membuat gue terbangun seketika,dengan tangan yang masih menggenggam HP,”Untung ga dicopet orang”gumam gue.Dengan langkah yang masih agak berat gue menuju ke arah pintu belakang bis,berdesakan dengan penumpang yang bergegas ingin segera sampai ke tempat tujuannya masing-masing,menuju ke tempat peraduan rejekinya masing-masing,dengan disambut oleh para tukang ojek yang berebutan mendapatkan simpati sang calon penumpang,siapa cepat dia dapat,begitulah pikir mereka,padahal tak selamanya seperti itu,tak jarang sang tukang ojek yang hanya duduk diam adem ayem malah yang dipilih oleh si calon penumpang,dan salah satu calon penumpang itu adalah gue,rejeki memang ga kemana koq,hehehe,bener ga bang??And….Cikarang…Here I Come!!
Dan ternyata kebaikan hati gue dengan memilih si tukang ojek yang Cuma diem manggut-manggut di pojok terminal tadi tak berbalas setimpal setelah dia meminta tarif yang ga seharusnya,
“Berapa Bang”
Tanya gue pura-pura ga tau,padahal sih dari ritual gue tiap bulan datang kesini kalo pas menggunakan jasa ojek biasanya ga lebih dari goceng alias 5000 rupiah dan informasi itu diperkuat oleh temen-temen gue yang bekerja disini dan tetap eksis menggunakan jasa ojek.
“Dua puluh rebu aje,de..”
Jawab si Abang dengan santainya bak kepala preman yang abis nyimeng tiga linting,tapi tak sedikitpun gue menghiraukan itu sambil nyerain selembar uang gocengan.
“Kurang euy!!!”
Timpal si Abang,sambil ngembaliin uang gocengan tadi,gue perhatiin matanya kaya baru abis bangun tidur.Gue ambil aja tuh duit.
“Bujug…sejak kapan ntu tarif naik jadi 4 kali lipet segitu bang?emangnya gue baru sekali ini ape kesini,asal lo tau ye,gue tuh orang sini,kebeneran aja kali ini gue naek ojek karna abang gue ga bisa jemput,motornye mogok,Rumah gue noh deket lapangan”
Sambil dengan ngasal menunjuk ke arah rumah-rumah deket lapangan yang gue juga ga tau itu rumah siapa,wakakakak!!!
“Elo adenya Roni ye??” Tanya si abang penasaran,sepertinya seudah termakan kata-kata gue bahwa gue adalah penduduk di kampung situ.
“Emang kenape kalo gue adenya Rony??” Tanya gue balik dengan tampang seolah memang gue mempunyai kakak bernama Rony
“Hehehehe…Salam ye buat die,udah ga usah bayar,laen kali aja bayarnya,bilangin dari Kosim,gitu…” Tukas si abang mata tiga watt sambil senyam senyum dan berlalu pergi.
Wekzz…!!Adenya Rony dari Hongkong,Siapa lagi tuh Rony,apa temennya ato seseorang yang ditakutin yah??ga ngerti gue,lagipula sejak kapan gue punya kakak,sejak kapan jug ague punya rumah di cikarang??hahaha..Dasar emang ntu abang males tukang nyimeng ,kena deh lo,nganterin gue gretongan!!.
Pelajaran Moral : Kalo naek ojek,jangan pernah nanyain tarifnya kalo emang lo udah tau pasaran tarifnya,bisa-bisa dibilang seharga tiket pesawat ,apalagi kalo tukang ojeknya doyan nyimeng,hehehehe..
Di kantor,seperti biasa gue nyerahin semua laporan yang udah gue buat summary nya selama sebulan ke Pk Agroh,Plant Manager gue,ada beberapa kesalahan kecil tapi bisa diatasi,hanya untuk format penulisan yang menurutnya kurang cocok.
Hmmm….sudah jam 5 sore,dan guepun bergegas pulang,tapi kali ini tanpa menggunakan jasa tukang ojek lagi,gue nebeng sama Pak Hadi,Sales Manager yang kebetulan Rumahnya di BSD heheheehe…lumayan abis dapet ojek gretongan,skarang gue balik ke rumah gretongan juga..
Minggu, 19 Oktober 2008
Lonely Birthday
Malam ini sepulang nonton sebuah film Indonesia yang jayus abis dan juga sangat tidak lucu,itupun oleh paksaan seorang teman,gue memutuskan untuk kembali ke kantor,gue melirik ke arah jam tangan,tepat pukul 23:00,rasanya ingin cepat-cepat sampai kesana menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tadi sore belum sempat rampung,gue tau ini bukan jam kerja,dan mengusahakan semua pekerjaan gue selesai malam inipun tidak akan ada imbalan apa-apa,tidak ada overtime atau bonus apapun,tapi entah kenapa gue begitu enggan untuk pulang ke rumah,kembali ke kantor menurut gue adalah cara paling baik daripada berdiam dirumah saat ini.Sebenarnya gue pengen langsung tancap gas aja menuju ke kantor begitu keluar pintu mall itu,tapi rasa lapar membuat gue pengen muter-muter dulu nyari makanan,di sekitar kantor gue ga ada lagi yang jualan makanan jam segini.
Ga ada siapa-siapa di kantor,kecuali security yang memang tugasnya 24 jam,berjaga bergantian,”malam ini pasti shiftnya Pak Budi” pikir gue pada saat berada di depan gerbang,Sebenarnya pos security juga berdampingan dengan gerbang,tapi tak ada siapa-siapa disitu,gue pastikan orangnya lagi asyik nonton Tv di ruangan sebelah,kebiasaan buruk security di kantor gue pada malam hari,meninggalkan pos dan nonton Tv sambil menikmati secangkir kopi atau dengan sebatang rokok,jika saja gue datang sebagai maling,maka akan sangat leluasa bagi gue untuk menaiki pagar dari pojok jalan yang memang tingginya tak seberapa.
”Tiiiiiinnn tiiiiinnn….”Suara klakson motor gue setengah memecah keheningan malam dan membuat pak Budi terperanjat langsung menuju pintu gerbang,mukanya pucat,disangkanya gue adalah manager yang lagi sidak tengah malam,
“Oh Pak Ivan…Saya kira Siapa”
“Posnya Jangan ditinggal donk Pak,kalo ada maling yang masuk dari pojok sana gimana??” gue memberikan sedikit teguran ke security itu,entah dianggapnya teguran gue atau tidak,setelah gue masuk ruangan dan menengok kebawah,pos itu masih tetap saja kosong,Dasar Dodol!!
5 menit menuju jam 12,wew…5 menit lagi usia gue 27 tahun,dan 27 tahun yang lalu pasti adalah masa-masa menegangkan dan menyenangkan buat nyokap gue,saat mbrojolin gue,dan akhirnya bisa menghirup udara dunia,ketika gue masih merah ,dengan tangisan-tangisan yang merdu,tangisan seorang bayi yang justru membahagiakan setiap pasangan yang menikah dan baru mempunyai anak,gue yakin pada saat itu nyokap n bokap gue pasti berharap gue akan menjadi orang yang berguna kelak,seseorang yang bisa diandalkan,seseorang yang bisa berpengaruh,atau mungkin juga mereka berharap gue bisa jadi presiden suatu saat,hahahaha…
1 menit lagi,gue berharap cemas,bagaimana kalau tidak ada satupun orang yang mau ngucapin selamat ulang tahun ke gue,kalau ternyata gue sudah dilupakan sama orang-orang yang sayang atau pernah sayang sama gue,ah..ketakutan yang berlebihan!!emangnya kalo ucapan selamat ulang tahun itu bisa merubah apa??apa yang bisa dijanjikan oleh ucapan selamat ulang tahun???tidak ada sih,kecuali doa,dan doa yang sangat gue butuhkan di setiap tahun pada saat ulang tahun adalah doa dari nyokap,gue berharap saat ini beliau sedang shalat dan mendoakan hal-hal yang baik buat gue.Amiiiin
Jam 12 teng!!,sebenarnya ada beberapa orang yang memang sangat gue nantikan untuk mengucapkan selamat ke gue,tak perlu gue sebutkan siapa,yang pasti salah satunya ya dari nyokap/bokap gue.hanya selang beberapa detik setelah jam 12 malam,SMS2 mulai berdatangan masuk ke Hp gue,dari temen-temen,dari beberapa mantan pacar,dari sodara sepupu,dari Adik gue,Nyokap gue,seneng bgt rasanya masih diperhatikan,masih dianggap bahwa gue ada,ada dalam kehidupan mereka,tidak atau belum terlupakan.Sedihnya…telpon,atau setidaknya SMS yang justru gue nantikan dari seseorang itu tak ada,hampir 1 jam berlalu,SMS itu masih juga tak ada,Ah sudahlah…mungkin dia sudah tidur,atau memang dia lupa!!
Gue terbangun oleh suara hape gue yang masih sibuk teriak teriak,penanda bahwa dia sedang menerima pesan singkat,gue melirik ke arah jam dinding,pukul 8 pagi,segera gue raih hape yang tergeletak di pojok meja kerja gue,melihat semua isi Inbox SMS,tak ada juga ucapan dari dia,ada rasa kecewa yang melanda,tapi sudahlah,gue juga ga mau larut,bukankah tanpa dia juga masih banyak orang-orang yang sayang dan perhatian sama gue.
Dia mungkin lupa,atau memang bagi dia bukanlah hal yang penting untuk memberi ucapan selamat ulang tahun,begitulah..berpikir positif memang selalu akan lebih baik dan merubah suasana hati tanpa diduga menjadi tenang dan tentram..
Dan hari ini gue ingin memulai langkah baru,27 tahun bo!!ga muda lagi,ada banyak hal yang masih harus gue lakuin untuk menjadi lebih baik di masa datang,semoga gue diberi kemudahan,kelancaran dan juga kesabaran,seperti keinginan gue selama ini,seperti juga doa-doa semua orang.Temen-temen,adik,nyokap,mantan pacar,dan semua-semua yang SMS2nya masih ada di Inbox Hp gue sekarang.Amieeennnnn!!!
Ga ada siapa-siapa di kantor,kecuali security yang memang tugasnya 24 jam,berjaga bergantian,”malam ini pasti shiftnya Pak Budi” pikir gue pada saat berada di depan gerbang,Sebenarnya pos security juga berdampingan dengan gerbang,tapi tak ada siapa-siapa disitu,gue pastikan orangnya lagi asyik nonton Tv di ruangan sebelah,kebiasaan buruk security di kantor gue pada malam hari,meninggalkan pos dan nonton Tv sambil menikmati secangkir kopi atau dengan sebatang rokok,jika saja gue datang sebagai maling,maka akan sangat leluasa bagi gue untuk menaiki pagar dari pojok jalan yang memang tingginya tak seberapa.
”Tiiiiiinnn tiiiiinnn….”Suara klakson motor gue setengah memecah keheningan malam dan membuat pak Budi terperanjat langsung menuju pintu gerbang,mukanya pucat,disangkanya gue adalah manager yang lagi sidak tengah malam,
“Oh Pak Ivan…Saya kira Siapa”
“Posnya Jangan ditinggal donk Pak,kalo ada maling yang masuk dari pojok sana gimana??” gue memberikan sedikit teguran ke security itu,entah dianggapnya teguran gue atau tidak,setelah gue masuk ruangan dan menengok kebawah,pos itu masih tetap saja kosong,Dasar Dodol!!
5 menit menuju jam 12,wew…5 menit lagi usia gue 27 tahun,dan 27 tahun yang lalu pasti adalah masa-masa menegangkan dan menyenangkan buat nyokap gue,saat mbrojolin gue,dan akhirnya bisa menghirup udara dunia,ketika gue masih merah ,dengan tangisan-tangisan yang merdu,tangisan seorang bayi yang justru membahagiakan setiap pasangan yang menikah dan baru mempunyai anak,gue yakin pada saat itu nyokap n bokap gue pasti berharap gue akan menjadi orang yang berguna kelak,seseorang yang bisa diandalkan,seseorang yang bisa berpengaruh,atau mungkin juga mereka berharap gue bisa jadi presiden suatu saat,hahahaha…
1 menit lagi,gue berharap cemas,bagaimana kalau tidak ada satupun orang yang mau ngucapin selamat ulang tahun ke gue,kalau ternyata gue sudah dilupakan sama orang-orang yang sayang atau pernah sayang sama gue,ah..ketakutan yang berlebihan!!emangnya kalo ucapan selamat ulang tahun itu bisa merubah apa??apa yang bisa dijanjikan oleh ucapan selamat ulang tahun???tidak ada sih,kecuali doa,dan doa yang sangat gue butuhkan di setiap tahun pada saat ulang tahun adalah doa dari nyokap,gue berharap saat ini beliau sedang shalat dan mendoakan hal-hal yang baik buat gue.Amiiiin
Jam 12 teng!!,sebenarnya ada beberapa orang yang memang sangat gue nantikan untuk mengucapkan selamat ke gue,tak perlu gue sebutkan siapa,yang pasti salah satunya ya dari nyokap/bokap gue.hanya selang beberapa detik setelah jam 12 malam,SMS2 mulai berdatangan masuk ke Hp gue,dari temen-temen,dari beberapa mantan pacar,dari sodara sepupu,dari Adik gue,Nyokap gue,seneng bgt rasanya masih diperhatikan,masih dianggap bahwa gue ada,ada dalam kehidupan mereka,tidak atau belum terlupakan.Sedihnya…telpon,atau setidaknya SMS yang justru gue nantikan dari seseorang itu tak ada,hampir 1 jam berlalu,SMS itu masih juga tak ada,Ah sudahlah…mungkin dia sudah tidur,atau memang dia lupa!!
Gue terbangun oleh suara hape gue yang masih sibuk teriak teriak,penanda bahwa dia sedang menerima pesan singkat,gue melirik ke arah jam dinding,pukul 8 pagi,segera gue raih hape yang tergeletak di pojok meja kerja gue,melihat semua isi Inbox SMS,tak ada juga ucapan dari dia,ada rasa kecewa yang melanda,tapi sudahlah,gue juga ga mau larut,bukankah tanpa dia juga masih banyak orang-orang yang sayang dan perhatian sama gue.
Dia mungkin lupa,atau memang bagi dia bukanlah hal yang penting untuk memberi ucapan selamat ulang tahun,begitulah..berpikir positif memang selalu akan lebih baik dan merubah suasana hati tanpa diduga menjadi tenang dan tentram..
Dan hari ini gue ingin memulai langkah baru,27 tahun bo!!ga muda lagi,ada banyak hal yang masih harus gue lakuin untuk menjadi lebih baik di masa datang,semoga gue diberi kemudahan,kelancaran dan juga kesabaran,seperti keinginan gue selama ini,seperti juga doa-doa semua orang.Temen-temen,adik,nyokap,mantan pacar,dan semua-semua yang SMS2nya masih ada di Inbox Hp gue sekarang.Amieeennnnn!!!
What a…..
Gue baru saja merapikan meja kerja gue,meletakkan semua buku yang telah selesai gue baca ke lemari file di sudut kiri ruangan,buku-buku yang gue bawa dari rumah,pengisi waktu istirahat.Tak ada ruang lagi dalam lemari itu,tapi gue paksain demi kerapihan meja kerja gue yang hampir seminggu ini terlihat begitu sesak dan berantakan,ini hari terakhir dalam minggu ini dan sebentar lagi jam menunjukkan pukul 17:00,artinya gue harus pulang,walopun pada hari-hari sebelumnya gue lebih betah menyibukkan diri di kantor sampai jam 20:00 ketimbang pulang tepat waktu,bukan karena macet koq,lagipula perjalanan dari kantor menuju rumah gue hanya membutuhkan waktu ga lebih dari 25 menit,ga ada macet,karena gue punya short cut sendiri buat jalan pulang pergi gue setiap hari,meski dengan sedikit berkorban merelakan pantat gue sakit karena jalanannya yang rusaknya naujubilah,tapi tak apalah,yang penting cepet nyampe rumah,-gue memang lebih senang berada di kantor sampe jam 8-9 malam,gue bisa melakukan hal lebih banyak daripada harus sampe rumah dan ga tau harus ngelakuin apa.
Weekend,saat yang selalu ditunggu oleh hampir semua orang,tapi tidak bagi gue,semua hari terasa sama saja bagi gue,dan itu gue rasain semenjak gue kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup(ga segitunya kale…)yah..tadinya gue selalu punya tujuan pada saat weekend,biasanya saat pekerjaan di hari jumat berakhir gue seperti burung merpati yang baru terbebas dari sangkarnya,merasa merdeka,apalagi ditambah hati yang berbunga-bunga karena besoknya gue bisa ketemu sang pujaan hati,walah..walah..begitulah kalo orang lagi jatuh cinta,hahaha…..Dan itu dulu,terakhir gue menikmati perasaan seperti itu kira –kira sebulan yang lalu,Hmmm….lengkap sebulan deh gue jomblo.
Tak terasa,tinggal sehari lagi lengkap 27 tahun sudah gue menghirupkan nafas di dunia ini,seperti sebuah kaleidoskop yang memperlihatkan kejadian di masa lalu,semuanya jelas tergambar dalam ingatan gue,sejak gue menduduki bangku sekolah pertama kali,lalu kemudian di masa-masa SD,SMP,SMA hingga akhirnya berangkat ke Jakarta,bekerja,hingga sekarang tapi belum jadi apa-apa.It’s not easy to be me…dan gue yakin semua orang selalu pengen bilang begitu tentang dirinya,ga tau kenapa,tapi bersyukur memang hal yang paling mudah tapi sangat sulit dilakukan,Manusia memang tak pernah merasa cukup.
Semoga nanti malam waktu akan begitu lama berjalan,biar besok juga datang dengan perlahan,atau biar besok tak usah datang,langsung aja di skip jadi lusa,biar besok ga pernah ada,biar tanggal 18 di bulan oktober tak pernah tertera di kalender atau di almanac manapun.
Tapi kalo gitu,kasian dong orang-orang yang punya kepentingan pada esok hari,yang punya janji kencan di tanggal 18 oktober,yang kontrak bisnisnya harus ditanda tangani besok,yang juga berulang tahun besok ???…Ahh ..Untung saja gue bukan Tuhan!!Jadi inget film Bruce Almighty,saat kekuasaan tuhan “dipinjamkan” ke dia,malah digunakan untuk hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri,dan kacaulah dunia..hahaha,,,
Duhh..lagi mumet nih,otak gue serasa buntu,mungkin saatnya gue harus pulang,mandi,sholat dan berdoa pada Tuhan,semoga ada kejaiban yang terjadi esok hari !!!(Ngarep beud da ahhhh!!!)
Weekend,saat yang selalu ditunggu oleh hampir semua orang,tapi tidak bagi gue,semua hari terasa sama saja bagi gue,dan itu gue rasain semenjak gue kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup(ga segitunya kale…)yah..tadinya gue selalu punya tujuan pada saat weekend,biasanya saat pekerjaan di hari jumat berakhir gue seperti burung merpati yang baru terbebas dari sangkarnya,merasa merdeka,apalagi ditambah hati yang berbunga-bunga karena besoknya gue bisa ketemu sang pujaan hati,walah..walah..begitulah kalo orang lagi jatuh cinta,hahaha…..Dan itu dulu,terakhir gue menikmati perasaan seperti itu kira –kira sebulan yang lalu,Hmmm….lengkap sebulan deh gue jomblo.
Tak terasa,tinggal sehari lagi lengkap 27 tahun sudah gue menghirupkan nafas di dunia ini,seperti sebuah kaleidoskop yang memperlihatkan kejadian di masa lalu,semuanya jelas tergambar dalam ingatan gue,sejak gue menduduki bangku sekolah pertama kali,lalu kemudian di masa-masa SD,SMP,SMA hingga akhirnya berangkat ke Jakarta,bekerja,hingga sekarang tapi belum jadi apa-apa.It’s not easy to be me…dan gue yakin semua orang selalu pengen bilang begitu tentang dirinya,ga tau kenapa,tapi bersyukur memang hal yang paling mudah tapi sangat sulit dilakukan,Manusia memang tak pernah merasa cukup.
Semoga nanti malam waktu akan begitu lama berjalan,biar besok juga datang dengan perlahan,atau biar besok tak usah datang,langsung aja di skip jadi lusa,biar besok ga pernah ada,biar tanggal 18 di bulan oktober tak pernah tertera di kalender atau di almanac manapun.
Tapi kalo gitu,kasian dong orang-orang yang punya kepentingan pada esok hari,yang punya janji kencan di tanggal 18 oktober,yang kontrak bisnisnya harus ditanda tangani besok,yang juga berulang tahun besok ???…Ahh ..Untung saja gue bukan Tuhan!!Jadi inget film Bruce Almighty,saat kekuasaan tuhan “dipinjamkan” ke dia,malah digunakan untuk hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri,dan kacaulah dunia..hahaha,,,
Duhh..lagi mumet nih,otak gue serasa buntu,mungkin saatnya gue harus pulang,mandi,sholat dan berdoa pada Tuhan,semoga ada kejaiban yang terjadi esok hari !!!(Ngarep beud da ahhhh!!!)
Mendung,Gitar dan Novel kang Abik
Hari ini,selepas dzuhur tadi,kota Tangerang dan sekitarnya yang biasanya terang benderang dengan udara yang begitu panas menyengat selama beberapa hari,kali ini terlihat kelabu,awan hitam yang bergelayut begitu tebal seolah sedang menahan berton-ton kubik air dan siap dicurahkan ke segala penjuru menambah kelamnya pemandangan sore hari ini,udaranya juga tak seperti kemaren,lebih sejuk,walau masih kalah sejuk sama udara di Pegunungan Puncak,Bogor pada waktu tengah hari.
Pekerjaan hari ini lumayan sedikit,dan selepas dzuhur tadi juga semuanya telah rampung,gue menerima sms dari Pak Agroh,Plant Manager gue berisi pertanyaan tentang kapan gue ke Cikarang,segera gue telpon beliau dan meminta persetujuannya bagaimana jika hari jumat besok saja saya kesana,kondisi yang masih kurang fit serta begitu banyaknya beban yang sedang ada di kepala gue saat ini membuat gue agak-agak tak bergairah untuk menuju ke kantor pusat itu,apalagi perkiraan gue tadi pagi cuaca akan sama panasnya kaya kemaren dan mengendarai motor pada saat nanti jam pulang sekitar jam 3an dari Cikarang hanya akan memperburuk kondisi kesehatan gue,syukurnya usulan gue untuk ke Cikarang besok malah oleh Pak Agroh diundur pada hari senin saja karena beliau masih berada di Belitung dan baru akan kembali lagi ke Jakarta besok sore dan beliau akan menyempatkan diri ke kantor gue di Tangerang sebelum kembali ke Cikarang.
Alhamdulillah..setidaknya gue masih punya waktu 3 hari untuk mempersiapkan segalanya,termasuk kondisi gue yang saat ini terserang penyakit orang susah yaitu “Wind Enter” Alias Masuk Angin,ckakakak…gara-gara masuk angin englishnya juga jadi ngaco,apa emang ga bisa bahasa inggris yak??!!!
Tidak ada kegiatan seperti ini biasanya gue isi dengan membaca,kalo ga biasanya gue maen gitar,sebuah gitar akustik yang gue beli beberapa bulan lalu selalu ada di ruangan kerja gue,sengaja gue bawa sejak awal bulan ramadhan kemaren,sekedar menggantikan kegiatan di waktu istirahat yang biasanya makan siang,dan selepas bulan ramadhan berlalu,gitar itu masih betah aja bertengger di sebelah meja kerja gue,lengkap dengan softcase hitam yang membalutnya.
Well I can’t explain,why it’s not enough
I give it all to you..
And if you Leave Me now,Just Leave Me now
It’s the better thing to do
It’s time to surrender,it’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit Anymore….
Sebuah lagu berjudul The Pieces Don’t Fit Anymore dari James Morrison sukses gue bawakan sebagai lagu pertama,dan tanpa ragu gue nyanyikan dengan penuh penghayatan,bagian reffrain yang meminta gue untuk bersuara lebih tinggi dan akhirnya mengundang perhatian seisi ruangan kerja,sukses membuat beberapa dari mereka menuju ke toilet karena sakit perut mendengar lengkingan suara gue yang sama sekali ga merdu…bodo amat,gue terus membawakan lagu demi lagu tanpa menghiraukan mereka merasa terganggu atau tidak,,,,hahaha,betapa egoisnya gue!!
Berhasil membuat hampir seisi kantor sakit perut,gue pun dengan penuh pengertian membiarkan mereka bekerja dengan tenang lagi,kali ini gue memilih membaca buku,kebetulan gue punya novelnya Kang Abik “Ketika Tasbih Bercinta” Eh salah ding,yang bener “Ketika Cinta Bertasbih”,yang semalam baru gue baca sampai halaman 143,dan sekarang pengen gue lanjutin,tentunya dengan penuh penghayatan juga,dengan gaya serius mirip seorang mahasiswa kutu buku dari Universitas Dodol yang sedang mencari bahan skripsi hohoho…!!
Gue membandingkan tokoh Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta,dan tokoh Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih,keduanya sebenarnya mempunyai kesamaan yaitu : sama-sama mahasiswa asal Indonesia yang sedang menimba ilmu di Universitas Al Azhar,Cairo,Mesir.Tapi walaupun dari segi cerita gue masih lebih menyukai Ayat-Ayat Cinta,kalo disuruh memilih apakah gue akan lebih senang untuk menjadi seorang Fahri atau seorang Azzam ??,maka gue akan lebih memilih untuk jadi Azzam,kalo kata Ahmad tohari bahwa Fahri itu adalah”Santri salaf metropolis dan musafir yang haus ilmu” maka Azzam adalah “Santri salaf metropolis yang sadar berwiraswasta”,most of all kedua karya Kang Abik ini sangat bagus dan berbobot,itu kata gue lhoo…ga tau deh menurut orang laen.
Koq hujan ga turun-turun ya??padahal diluar sana terlihat makin gelap,kelabu,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana seperti seorang manusia yang sedang sedih,gelisah,murung dan sedang bergelut dengan begitu banyak beban pikiran,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana adalah Gue….iya Gue !!…dan tak perlu gue jelasin kenapa begitu.
Semoga saja hujan ga jadi turun,semoga saja ini Cuma sekedar mendung…karena yang gue tau,Mendung ga berarti hujan.
Pekerjaan hari ini lumayan sedikit,dan selepas dzuhur tadi juga semuanya telah rampung,gue menerima sms dari Pak Agroh,Plant Manager gue berisi pertanyaan tentang kapan gue ke Cikarang,segera gue telpon beliau dan meminta persetujuannya bagaimana jika hari jumat besok saja saya kesana,kondisi yang masih kurang fit serta begitu banyaknya beban yang sedang ada di kepala gue saat ini membuat gue agak-agak tak bergairah untuk menuju ke kantor pusat itu,apalagi perkiraan gue tadi pagi cuaca akan sama panasnya kaya kemaren dan mengendarai motor pada saat nanti jam pulang sekitar jam 3an dari Cikarang hanya akan memperburuk kondisi kesehatan gue,syukurnya usulan gue untuk ke Cikarang besok malah oleh Pak Agroh diundur pada hari senin saja karena beliau masih berada di Belitung dan baru akan kembali lagi ke Jakarta besok sore dan beliau akan menyempatkan diri ke kantor gue di Tangerang sebelum kembali ke Cikarang.
Alhamdulillah..setidaknya gue masih punya waktu 3 hari untuk mempersiapkan segalanya,termasuk kondisi gue yang saat ini terserang penyakit orang susah yaitu “Wind Enter” Alias Masuk Angin,ckakakak…gara-gara masuk angin englishnya juga jadi ngaco,apa emang ga bisa bahasa inggris yak??!!!
Tidak ada kegiatan seperti ini biasanya gue isi dengan membaca,kalo ga biasanya gue maen gitar,sebuah gitar akustik yang gue beli beberapa bulan lalu selalu ada di ruangan kerja gue,sengaja gue bawa sejak awal bulan ramadhan kemaren,sekedar menggantikan kegiatan di waktu istirahat yang biasanya makan siang,dan selepas bulan ramadhan berlalu,gitar itu masih betah aja bertengger di sebelah meja kerja gue,lengkap dengan softcase hitam yang membalutnya.
Well I can’t explain,why it’s not enough
I give it all to you..
And if you Leave Me now,Just Leave Me now
It’s the better thing to do
It’s time to surrender,it’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit Anymore….
Sebuah lagu berjudul The Pieces Don’t Fit Anymore dari James Morrison sukses gue bawakan sebagai lagu pertama,dan tanpa ragu gue nyanyikan dengan penuh penghayatan,bagian reffrain yang meminta gue untuk bersuara lebih tinggi dan akhirnya mengundang perhatian seisi ruangan kerja,sukses membuat beberapa dari mereka menuju ke toilet karena sakit perut mendengar lengkingan suara gue yang sama sekali ga merdu…bodo amat,gue terus membawakan lagu demi lagu tanpa menghiraukan mereka merasa terganggu atau tidak,,,,hahaha,betapa egoisnya gue!!
Berhasil membuat hampir seisi kantor sakit perut,gue pun dengan penuh pengertian membiarkan mereka bekerja dengan tenang lagi,kali ini gue memilih membaca buku,kebetulan gue punya novelnya Kang Abik “Ketika Tasbih Bercinta” Eh salah ding,yang bener “Ketika Cinta Bertasbih”,yang semalam baru gue baca sampai halaman 143,dan sekarang pengen gue lanjutin,tentunya dengan penuh penghayatan juga,dengan gaya serius mirip seorang mahasiswa kutu buku dari Universitas Dodol yang sedang mencari bahan skripsi hohoho…!!
Gue membandingkan tokoh Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta,dan tokoh Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih,keduanya sebenarnya mempunyai kesamaan yaitu : sama-sama mahasiswa asal Indonesia yang sedang menimba ilmu di Universitas Al Azhar,Cairo,Mesir.Tapi walaupun dari segi cerita gue masih lebih menyukai Ayat-Ayat Cinta,kalo disuruh memilih apakah gue akan lebih senang untuk menjadi seorang Fahri atau seorang Azzam ??,maka gue akan lebih memilih untuk jadi Azzam,kalo kata Ahmad tohari bahwa Fahri itu adalah”Santri salaf metropolis dan musafir yang haus ilmu” maka Azzam adalah “Santri salaf metropolis yang sadar berwiraswasta”,most of all kedua karya Kang Abik ini sangat bagus dan berbobot,itu kata gue lhoo…ga tau deh menurut orang laen.
Koq hujan ga turun-turun ya??padahal diluar sana terlihat makin gelap,kelabu,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana seperti seorang manusia yang sedang sedih,gelisah,murung dan sedang bergelut dengan begitu banyak beban pikiran,seumpama seorang manusia,maka cuaca diluar sana adalah Gue….iya Gue !!…dan tak perlu gue jelasin kenapa begitu.
Semoga saja hujan ga jadi turun,semoga saja ini Cuma sekedar mendung…karena yang gue tau,Mendung ga berarti hujan.
Angan-angan dan waktu
Mungkin adalah perkara mudah untuk mempunyai hubungan lagi saat ini,seperti juga pada proses-proses sebelumnya yang selalu tampak lebih mudah,dan akhirnya mudah juga untuk berakhir,sekarang umur gue yang bicara,bahwa bukan saatnya lagi untuk bermain-main,bahwa sekaranglah saatnya untuk memikirkan hal yang paling serius dalam hidup “Menikah” wew..!!sebuah kata yang terlalu gampang untuk diucapkan,menikah memiliki sebuah tempat tertinggi dalam pencapaian hidup seorang laki-laki,seperti mempunyai singgasananya sendiri untuk bisa dimasuki dan diduduki oleh setiap pasangan berlawanan jenis dengan bertahtakan mas kawin dan beberapa baris kalimat akad.Sampai saat ini gue bahkan belum berani memikirkannya,masih terlalu banyak ketidak siapan dari dalam diri,dan yang terpenting sampai detik ini gue belum mempunyai seseorang yang bisa gue ajak untuk menduduki singgasana itu..untuk mengayuh biduk rumah tangga yang memang tak mudah nantinya sama gue karena gue memang bukan siapa-siapa dan bukanlah apa-apa,mungkin seseorang yang bisa memberi sepotong janji pasti,bahwa kelak gue akan menjadi suami yang baik buat istri gue kelak dan ayah yang baik buat anak-anak gue..
Akh Ivan…punya cewe aja belom koq malah mikirin nikah,hahahaha…iya juga yah!!
Itu Cuma sepenggal hayalan seorang jomblo doang koq,daripada menghayal yang jorok-jorok khan??Soalnya masih bete sama cuaca yang panasnya masih sama kaya kemaren-kemaren,keringat yang mengucur masih sama juga kaya kemaren dan jadi pengen mandi juga sama kaya kemaren…huffffff!!!!!
Gue ngerasa koq semakin lama keadaan semakin ga mau berpihak sama gue,semua angan dan cita-cita gue sepertinya ga berjalan dengan baik.Dulu sewaktu kecil,gue pengen bgt jadi seorang arsitek hebat sampai akhirnya waktu lulus SMP,gue memilih untuk masuk STM dan ingin mengambil jurusan bangunan karena gue menyadari kemampuan menggambar gue yang lebih baik dari teman-teman sebaya gue,tetapi seolah sudah digariskan,pada saat itu jurusan yang gue pengenin udah penuh dan STM satu-satunya di kota gue itu tinggal membuka siswa baru untuk jurusan Listrik,bidang yang ga pernah gue pahami sebelumnya,tapi mo gimana lagi,terpaksa dengan senang hati guepun masuk jurusan listrik,walau akhirnya bisa lulus dengan peringkat yang baik tapi gue ngerasa bahwa ilmu lsitrik bukanlah sesuatu yang gue sukain.Setelah lulus gue berangkat ke Jakarta dengan niat ingin merubah nasib,lalu bekerja di sebuah perusahaan jepang dan ditempatkan di bagian Electrical Part yang notabene semua pekerjaannya berkaitan dengan masalah listrik,sampai akhirnya gue memutuskan untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta,pada awal masuk,duit gue ga mencukupi dan dengan terpaksa gue minta tambahan dari Om gue,Alhamdulillah beliau mau membantu meminjamkan uang untuk biaya awal masuk kuliah,tapi dengan satu syarat,gue harus ngambil jurusan Teknik Elektro,nah!!makin lengkaplah kebencian gue sama sesuatu yang berbau “listrik” walo akhirnya tetap gue jalanin sambil berharap semoga bidang inilah yang kelak bisa membawa gue ke gerbang kesuksesan,bedanya kali ini gue akhirnya menyerah di semester 6,bukan karena otak gue ga mampu,gue bahkan bisa melalui setiap semester dengan IP ga kurang dari 3,00,kali ini kontrak kerja gue berakhir dan gue ga punya biaya lagi untuk ngelanjutin….hmmmm,entah kenapa gue ga menyesal sama sekali,gue berpikir bahwa mungkin beginilah jalan hidup gue selain karena gue ga terlalu menyukai hal-hal yang berkaitan dengan listrik,tapi siapa sangka kalo akhirnya pekerjaan gue sekarang,gue dapetin adalah karena gue berhasil melalui tes yang isinya kelistrikan melulu,sebel juga sih,tapi seneng juga..hmmm hidup emang misteri yah..!!!
Dulu…gue juga pernah bercita-cita untuk bisa menikah di usia muda,setidaknya di usia 25 tahun gue sudah membina sebuah keluarga,26 tahun sudah punya anak,dengan pekerjaan yang menjanjikan dan hidup bahagia,tapi sesederhana cita-cita itukah yang terjadi dalam proses hidup gue??jawabannya tentu tidak,usia 27 tahun,masih jomblo pekerjaan yang lumayan walopun ga terlalu menjanjikan iutlah sedikit demografi yang bisa mendeskripsikan diri gue saat ini,setidaknya gue masih bisa bersyukur bahwa seberat apapun hidup gue dan walaupun banyak cita-cita gue yang belum kesampean tapi gue masih bisa diberi kesempatan untuk sedikit bisa membahagiakan orang tua bahwa sejauh ini gue ga pernah nyusahin mereka,bahwa gue bisa hidup mandiri dan bisa membantu mereka.
Terkadang gue memang merasa kesepian,apalagi setelah gue kehilangan orang yang gue sayang,perasaan hampa yang menggeliat saat sendiri,saat mengingatnya,,,Ah udahlah,biarkan dia gue simpan dalam ruang terindah dalam hati ini..
Seandainya waktu takkan pernah berlaluKan ku rengkuh perasaan inimenjalari waktu, merakit hati untuk segera matiHilang sudah, angan beserta rasa,ditelan waktu yang tak menentuHilang tak berarah, berlebur dengan asa
Menjinjing pagi yang heningMelepas malam yang pekatBerdesir hawa subuh, menyelinap masuk menusuk kulitkuAndai angin subuh tahu, dia akan tersenyum pahit,menghindari daun-daun hijau nan rapuh
(Bukan mo sok romantis sih…..tapi gue memang sedang sendiri,dan sendiri itu…….Sepi!!)
Akh Ivan…punya cewe aja belom koq malah mikirin nikah,hahahaha…iya juga yah!!
Itu Cuma sepenggal hayalan seorang jomblo doang koq,daripada menghayal yang jorok-jorok khan??Soalnya masih bete sama cuaca yang panasnya masih sama kaya kemaren-kemaren,keringat yang mengucur masih sama juga kaya kemaren dan jadi pengen mandi juga sama kaya kemaren…huffffff!!!!!
Gue ngerasa koq semakin lama keadaan semakin ga mau berpihak sama gue,semua angan dan cita-cita gue sepertinya ga berjalan dengan baik.Dulu sewaktu kecil,gue pengen bgt jadi seorang arsitek hebat sampai akhirnya waktu lulus SMP,gue memilih untuk masuk STM dan ingin mengambil jurusan bangunan karena gue menyadari kemampuan menggambar gue yang lebih baik dari teman-teman sebaya gue,tetapi seolah sudah digariskan,pada saat itu jurusan yang gue pengenin udah penuh dan STM satu-satunya di kota gue itu tinggal membuka siswa baru untuk jurusan Listrik,bidang yang ga pernah gue pahami sebelumnya,tapi mo gimana lagi,terpaksa dengan senang hati guepun masuk jurusan listrik,walau akhirnya bisa lulus dengan peringkat yang baik tapi gue ngerasa bahwa ilmu lsitrik bukanlah sesuatu yang gue sukain.Setelah lulus gue berangkat ke Jakarta dengan niat ingin merubah nasib,lalu bekerja di sebuah perusahaan jepang dan ditempatkan di bagian Electrical Part yang notabene semua pekerjaannya berkaitan dengan masalah listrik,sampai akhirnya gue memutuskan untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta,pada awal masuk,duit gue ga mencukupi dan dengan terpaksa gue minta tambahan dari Om gue,Alhamdulillah beliau mau membantu meminjamkan uang untuk biaya awal masuk kuliah,tapi dengan satu syarat,gue harus ngambil jurusan Teknik Elektro,nah!!makin lengkaplah kebencian gue sama sesuatu yang berbau “listrik” walo akhirnya tetap gue jalanin sambil berharap semoga bidang inilah yang kelak bisa membawa gue ke gerbang kesuksesan,bedanya kali ini gue akhirnya menyerah di semester 6,bukan karena otak gue ga mampu,gue bahkan bisa melalui setiap semester dengan IP ga kurang dari 3,00,kali ini kontrak kerja gue berakhir dan gue ga punya biaya lagi untuk ngelanjutin….hmmmm,entah kenapa gue ga menyesal sama sekali,gue berpikir bahwa mungkin beginilah jalan hidup gue selain karena gue ga terlalu menyukai hal-hal yang berkaitan dengan listrik,tapi siapa sangka kalo akhirnya pekerjaan gue sekarang,gue dapetin adalah karena gue berhasil melalui tes yang isinya kelistrikan melulu,sebel juga sih,tapi seneng juga..hmmm hidup emang misteri yah..!!!
Dulu…gue juga pernah bercita-cita untuk bisa menikah di usia muda,setidaknya di usia 25 tahun gue sudah membina sebuah keluarga,26 tahun sudah punya anak,dengan pekerjaan yang menjanjikan dan hidup bahagia,tapi sesederhana cita-cita itukah yang terjadi dalam proses hidup gue??jawabannya tentu tidak,usia 27 tahun,masih jomblo pekerjaan yang lumayan walopun ga terlalu menjanjikan iutlah sedikit demografi yang bisa mendeskripsikan diri gue saat ini,setidaknya gue masih bisa bersyukur bahwa seberat apapun hidup gue dan walaupun banyak cita-cita gue yang belum kesampean tapi gue masih bisa diberi kesempatan untuk sedikit bisa membahagiakan orang tua bahwa sejauh ini gue ga pernah nyusahin mereka,bahwa gue bisa hidup mandiri dan bisa membantu mereka.
Terkadang gue memang merasa kesepian,apalagi setelah gue kehilangan orang yang gue sayang,perasaan hampa yang menggeliat saat sendiri,saat mengingatnya,,,Ah udahlah,biarkan dia gue simpan dalam ruang terindah dalam hati ini..
Seandainya waktu takkan pernah berlaluKan ku rengkuh perasaan inimenjalari waktu, merakit hati untuk segera matiHilang sudah, angan beserta rasa,ditelan waktu yang tak menentuHilang tak berarah, berlebur dengan asa
Menjinjing pagi yang heningMelepas malam yang pekatBerdesir hawa subuh, menyelinap masuk menusuk kulitkuAndai angin subuh tahu, dia akan tersenyum pahit,menghindari daun-daun hijau nan rapuh
(Bukan mo sok romantis sih…..tapi gue memang sedang sendiri,dan sendiri itu…….Sepi!!)
berawal karena gerah aja..
Gilaaa….panasnya hari ini,gerah,hareudang,hot pisan euy today!!!AC 1 pk pun ga mampu membendung udara panas yang masuk ke ruangan kerja gue,membuat sekujur tubuh gue basah..basah..basah oleh cairan rasa asin alias keringat yang ga jauh beda ma aer laut,kayanya harus mandi lagi nih siang ini!!Panas-panas gini gue jadi teringat ma sop buah yang abang2nya mangkal ga jauh dari kantor tepat di depan sebuah minimarket,kegemaran gue waktu buka puasa kemaren,dan demi semangkok sop buah plus rasa dahaga yang tak terkira sambil membayangkan potongan-potongan mangga,stroberi,alpukat,anggur,papaya,jambu dan diatasnya dilapisi susu kental hmmm nikmatnya..akhirnya gue memutuskan untuk keluar sebentar mo nyamperin si abangnya,maklumlah di kantor gw kaga ada yang namanya office boy,yaudah sekalian aja merangkap office boynya,laludengan gagah berani berjalan tanpa henti,melangkah dengan pasti tanpa tengok kanan tengok kiri gue pun menuju ke depan minimarket tempat dimana si abang-abang itu berjualan…dan …Ouugh,sial,yang ada gerobak si abang doang isinya kosong,dan sosok gendut pendek yang seringnya make jins belel dan harusnya selalu berada disitu menanti pembeli-pembelinya ternyata hari ini ga ada,gue Cuma membaca sehelai kertas bertuliskan dua kata menempel di kaca gerobaknya “Lagi Mudik”,waduh!!Lalu gagal pulalah impian gue menimati semangkok sop buah kesukaan gue,tapi kata orang tua dulu,Tak ada rotan akar pun jadi,tak ada sop buah sebotol fanta dingin pun jadi,maka tanpa ragu ditambah dengan hati yakin suci bersih,gue masuk ke mini market dan langsung meraih sebotol fanta dingin,tanpa babibu lagi gua buka tutup botolnya…glek…glek..glek…gue tenggak tuh botol pake gaya pendekar mabuk sambil mengeluarkan jurus andalan…ciaaaattt !!!!lalu pendekar mabuk itupun terperanjat ketika tiba-tiba dari belakangnya muncul suara “Mas-mas,bayar dulu minumannya baru boleh diminum”
“Glek !!”..tengsin abis dah gue!!
Di kantor,gue harus berhadapan lagi sama perkerjaan2 gue yang ga abis-abis(ya iyalah,kalo abis berarti mending brenti kerja aja khan?)tetap menahan serbuan gerah yang menuai keringat,untungya ga bau acem sih hehehe…secara kan keringat gue alaminya emang udah berbau Bvlgari extreme,dari lahir sih..dan banyak dokter yang udah nyerah buat ngobatin wanginya badan gue itu hahahaha…
Gue ngebayangin gimana dengan orang – orang yang tinggal di daerah beriklim panas kaya di daerah timur tengah sana yach??yang konon panasnya bisa mencapai 40(Aduuhhh…tombol derajatnya mana sih?) celcius,teringat sama tokoh Fahri dalam Novel “Ayat-Ayat Cinta” yang akhirnya harus terbaring dirumah sakit gara-gara sering kepanasan dan akhirnya terjadi pembekuan darah di kepalanya,gue tau itu fiksi,tapi Habiburahman Elshirazy tentunya sudah lebih dulu melakukan survey tentang penyakit itu sebelum memaparkannya kedalam sebuah Novel yang akhirnya bisa sukses mengangkat namanya itu,Hmmm….gimana kalo di neraka yach panasnya??ga kebayang dah gue!!
Ngemeng-ngemeng soal Ayat-Ayat Cinta gue jadi teringat film-film Indonesia yang akhir-akhir ini makin bagus aja,kecuali memang ada beberapa film yang terkesan “maksa” dan belum layak untuk diangkat menjadi sebuah Film Layar Lebar,mungkin lebih pantes di layer 14” dan jam tayangnya pada jam 10 pagi biar lebih mudah dan murah meriah dinikmati oleh para pembokat-pembokat penunggu rumah.
Film terakhir yang gue tonton adalah “Doa yang Mengancam” dan sebelumnya lagi “Laskar pelangi”
Keduanya menurut gue bagus banget,Berhasil membawa suasana realistis gambaran kehidupan”Orang-orang Susah” yang ada di sekitar kita,dan bahwa kebodohan atau kejeniusan seseorang tidaklah berbanding lurus dengan kemiskinan,begitu banyak orang-orang miskin di sekitar kita yang ternyata justru lebih mempunyai kemampuan otak yang lebih baik,banyak anak-anak pintar yang akhirnya tersia-siakan hanya karena tidak punya biaya dalam menempuh pendidikan,dan ujung-ujungnya,tetap aja jadi kuli,sopir angkutan kota,tukang becak,nelayan,dan semua pekerjaan”rendahan”lainnya,ironis memang!!
Walopun agak-agak berbeda dengan novelnya,banyak plot yang hilang dan dirubah tapi tidak mengurangi esensi daripada film tersebut(sok-sok jadi pakar film sekali kali wakakakak!!)
“Doa yang Mengancam”juga ga kalah seru,Madrim(diperankan Oleh Aming),seorang kuli panggul miskin (mana ada kuli panggul yang kaya yak..??) bekerja keras untuk bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan,kehilangan istri yang sangat dicintainya dan hampir setiap hari berdoa agar Tuhan memberikannya kehidupan yang lebih baik dan mengembalikan istrinya,Juleha(Titi kamal),Madrim sampai pada suatu titik dimana dia merasa bahwa ternyata doa-doanya selama ini ga ada yang dedengar oleh Tuhan,setiap hari dia berdoa tapi tetap saja kemiskinan melanda dirinya dan istrinya juga ga balik-balik(kasian bgt sih lo Drim..)lalu suatu hari dia mengancam Tuhan dalam doanya,jika dalam 3 hari doanya tidak dikabulkan maka dia akan Murtad!!Keajaiban terjadi sesudah itu,Film yang cukup menyentuh dan sedikit menggelitik dengan sedikit bumbu humor yang tidak terkesan “jayus”sebuah stereotip yang melekat pada diri Aming si pemeran Madrim…
Great…..Film Indonesia memang sedang bangkit,tapi buat sutradara-sutradara,bikin film tuh yang mutu yach biar gue ga rugi nontonnya hehehe….
Ntar jadi pengen nonton lagi…tapi Film apa yach???
“Glek !!”..tengsin abis dah gue!!
Di kantor,gue harus berhadapan lagi sama perkerjaan2 gue yang ga abis-abis(ya iyalah,kalo abis berarti mending brenti kerja aja khan?)tetap menahan serbuan gerah yang menuai keringat,untungya ga bau acem sih hehehe…secara kan keringat gue alaminya emang udah berbau Bvlgari extreme,dari lahir sih..dan banyak dokter yang udah nyerah buat ngobatin wanginya badan gue itu hahahaha…
Gue ngebayangin gimana dengan orang – orang yang tinggal di daerah beriklim panas kaya di daerah timur tengah sana yach??yang konon panasnya bisa mencapai 40(Aduuhhh…tombol derajatnya mana sih?) celcius,teringat sama tokoh Fahri dalam Novel “Ayat-Ayat Cinta” yang akhirnya harus terbaring dirumah sakit gara-gara sering kepanasan dan akhirnya terjadi pembekuan darah di kepalanya,gue tau itu fiksi,tapi Habiburahman Elshirazy tentunya sudah lebih dulu melakukan survey tentang penyakit itu sebelum memaparkannya kedalam sebuah Novel yang akhirnya bisa sukses mengangkat namanya itu,Hmmm….gimana kalo di neraka yach panasnya??ga kebayang dah gue!!
Ngemeng-ngemeng soal Ayat-Ayat Cinta gue jadi teringat film-film Indonesia yang akhir-akhir ini makin bagus aja,kecuali memang ada beberapa film yang terkesan “maksa” dan belum layak untuk diangkat menjadi sebuah Film Layar Lebar,mungkin lebih pantes di layer 14” dan jam tayangnya pada jam 10 pagi biar lebih mudah dan murah meriah dinikmati oleh para pembokat-pembokat penunggu rumah.
Film terakhir yang gue tonton adalah “Doa yang Mengancam” dan sebelumnya lagi “Laskar pelangi”
Keduanya menurut gue bagus banget,Berhasil membawa suasana realistis gambaran kehidupan”Orang-orang Susah” yang ada di sekitar kita,dan bahwa kebodohan atau kejeniusan seseorang tidaklah berbanding lurus dengan kemiskinan,begitu banyak orang-orang miskin di sekitar kita yang ternyata justru lebih mempunyai kemampuan otak yang lebih baik,banyak anak-anak pintar yang akhirnya tersia-siakan hanya karena tidak punya biaya dalam menempuh pendidikan,dan ujung-ujungnya,tetap aja jadi kuli,sopir angkutan kota,tukang becak,nelayan,dan semua pekerjaan”rendahan”lainnya,ironis memang!!
Walopun agak-agak berbeda dengan novelnya,banyak plot yang hilang dan dirubah tapi tidak mengurangi esensi daripada film tersebut(sok-sok jadi pakar film sekali kali wakakakak!!)
“Doa yang Mengancam”juga ga kalah seru,Madrim(diperankan Oleh Aming),seorang kuli panggul miskin (mana ada kuli panggul yang kaya yak..??) bekerja keras untuk bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan,kehilangan istri yang sangat dicintainya dan hampir setiap hari berdoa agar Tuhan memberikannya kehidupan yang lebih baik dan mengembalikan istrinya,Juleha(Titi kamal),Madrim sampai pada suatu titik dimana dia merasa bahwa ternyata doa-doanya selama ini ga ada yang dedengar oleh Tuhan,setiap hari dia berdoa tapi tetap saja kemiskinan melanda dirinya dan istrinya juga ga balik-balik(kasian bgt sih lo Drim..)lalu suatu hari dia mengancam Tuhan dalam doanya,jika dalam 3 hari doanya tidak dikabulkan maka dia akan Murtad!!Keajaiban terjadi sesudah itu,Film yang cukup menyentuh dan sedikit menggelitik dengan sedikit bumbu humor yang tidak terkesan “jayus”sebuah stereotip yang melekat pada diri Aming si pemeran Madrim…
Great…..Film Indonesia memang sedang bangkit,tapi buat sutradara-sutradara,bikin film tuh yang mutu yach biar gue ga rugi nontonnya hehehe….
Ntar jadi pengen nonton lagi…tapi Film apa yach???
BT??Keep Smile aja deh..!!
Memulai hari dengan senyuman,memberi energi positif yang membawa kedamaian,semangat dan harapan.Senyuman memang bisa merubah suasana,meredakan emosi jiwa dan mendinginkan kepala,betapa berartinya sebuah senyum dan pantaslah jika senyum dikategorikan sebagai satu ibadah,hehehe sok tua yach gue!!!
Tapi itulah senyum,sedikit usaha aja,menggerakkan otot muka sedikit keatas dengan bibir tetap tertutup(biar ga kemasukan laler) plus hati yang ikhlas untuk ngelakuin itu,maka jadilah kita seseorang yang disukai banyak orang(teorinya sih begitu,tapi kalo lo senyum-senyum terus ga jelas maka siap-siaplah lo dibilang gelo,ato kalo lo sambil senyam-senyum sambil megangin pantat orang ya siap-siap aja digampar ama si empunya pantat..hahahaha..)
Dan hari ini gue lagi mau banyak-banyak senyum ah,saking pengen terus tersenyum otot pipi gue ampe pegel(sedikit lebay gpp khan?),senyum itu kan ngikutin suasana hati,beberapa pakar bahkan berkata bahwa orang yang lebih banyak senyum umurnya lebih lama ketimbang orang yang kebanyakan cemberut,agak-agak ga percaya juga sih…soalnya khan kalo misal lo lagi senyum-senyum di pinggir jalan trus lo kesenggol truk container ya tetep aja umur lo lebih pendek,ya gak??
Masih berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan gue,menyusun laporan kerja,control lapangan,briefing dan membuat estimasi untuk jadwal produksi seminggu kedepan,rutinitas setiap senin,membosankan sih memang,tapi kewajiban adalah kewajiban,belum juga gue dituntut untuk harus ke cikarang setiap bulannya,membawa semua hard copy laporan2 gue,carbonize2 logistik,serta sample product yang sudah dianalisa dari Lab,dan sudah memasuki minggu ke tiga bulan ini gue belum juga menampakkan batang hidung gue di kantor pusat,cikarang jababeka yang jauhnya naujubileh dari tangerang(kalo jalan kaki sih..) apalagi gue harus naek motor dan harus bersabar berkutat dengan kemacetan kalimalang pada pagi hari yang aakhhh….bikin gue pengen teriak!!kapan sih masalah kemacetan di Jakarta dan sekitarnya bisa diselesaikan??dan Kalimalang khususnya,yang setiap pagi ribuan motor para pencari nafkah entah itu buruh pabrik,pegawai negeri,tukang pos,pencari kerja,tumpah memadati semua ruas jalan,hampir tak ada ruang buat bergerak,bahkan manuver-manuver crosser handal pun akan ga ada artinya menghadapi padatnya ribuan pengendara yang kaya rayap di rush hour antara jam 6 sampai jam 8 pagi,dan keadaan itu berulang di sore hari jam 4 sampai jam 6 sore,”Andai gue punya helikopter”,itulah sepenggal khayalan super impossible yang bisa sedikit menghibur gue jika sedang terjebak kemacetan yang parraaahhh..
Sebenarnya gue agak2 bingung juga sih koq tumben sampai detik ini Pak Agroh,Plant Manager gue belum menghubungi gue,biasanya dia udah mencak-mencak kalo terlambat sampai tiga hari aja gue ga kesana membawa serta semua laporan-laporan,emang lagi baik apa malah pertanda buruk yach??semoga aja enggak,mungkin saja beliau sedang keluar kota dan lupa mengabarkan ke gue,secara semua informasi yang gue kirim ke dia semuanya berupa email,dan sejauh ini ga pernah terlambat.
Senyum lagi ahhh…gue ga mau hal ini membuat gue jadi cemberut,harus sukses dengan banyak senyum dah pokoknya hari ini,gue mengingat-ingat momen2 yang membahagiakan kemaren-kemaren,sama keluarga,temen-temen,mantan2 pacar gue dan sama semua hal yang bikin gue tersenyum….Keep Smile Palz !!!
Tapi itulah senyum,sedikit usaha aja,menggerakkan otot muka sedikit keatas dengan bibir tetap tertutup(biar ga kemasukan laler) plus hati yang ikhlas untuk ngelakuin itu,maka jadilah kita seseorang yang disukai banyak orang(teorinya sih begitu,tapi kalo lo senyum-senyum terus ga jelas maka siap-siaplah lo dibilang gelo,ato kalo lo sambil senyam-senyum sambil megangin pantat orang ya siap-siap aja digampar ama si empunya pantat..hahahaha..)
Dan hari ini gue lagi mau banyak-banyak senyum ah,saking pengen terus tersenyum otot pipi gue ampe pegel(sedikit lebay gpp khan?),senyum itu kan ngikutin suasana hati,beberapa pakar bahkan berkata bahwa orang yang lebih banyak senyum umurnya lebih lama ketimbang orang yang kebanyakan cemberut,agak-agak ga percaya juga sih…soalnya khan kalo misal lo lagi senyum-senyum di pinggir jalan trus lo kesenggol truk container ya tetep aja umur lo lebih pendek,ya gak??
Masih berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan gue,menyusun laporan kerja,control lapangan,briefing dan membuat estimasi untuk jadwal produksi seminggu kedepan,rutinitas setiap senin,membosankan sih memang,tapi kewajiban adalah kewajiban,belum juga gue dituntut untuk harus ke cikarang setiap bulannya,membawa semua hard copy laporan2 gue,carbonize2 logistik,serta sample product yang sudah dianalisa dari Lab,dan sudah memasuki minggu ke tiga bulan ini gue belum juga menampakkan batang hidung gue di kantor pusat,cikarang jababeka yang jauhnya naujubileh dari tangerang(kalo jalan kaki sih..) apalagi gue harus naek motor dan harus bersabar berkutat dengan kemacetan kalimalang pada pagi hari yang aakhhh….bikin gue pengen teriak!!kapan sih masalah kemacetan di Jakarta dan sekitarnya bisa diselesaikan??dan Kalimalang khususnya,yang setiap pagi ribuan motor para pencari nafkah entah itu buruh pabrik,pegawai negeri,tukang pos,pencari kerja,tumpah memadati semua ruas jalan,hampir tak ada ruang buat bergerak,bahkan manuver-manuver crosser handal pun akan ga ada artinya menghadapi padatnya ribuan pengendara yang kaya rayap di rush hour antara jam 6 sampai jam 8 pagi,dan keadaan itu berulang di sore hari jam 4 sampai jam 6 sore,”Andai gue punya helikopter”,itulah sepenggal khayalan super impossible yang bisa sedikit menghibur gue jika sedang terjebak kemacetan yang parraaahhh..
Sebenarnya gue agak2 bingung juga sih koq tumben sampai detik ini Pak Agroh,Plant Manager gue belum menghubungi gue,biasanya dia udah mencak-mencak kalo terlambat sampai tiga hari aja gue ga kesana membawa serta semua laporan-laporan,emang lagi baik apa malah pertanda buruk yach??semoga aja enggak,mungkin saja beliau sedang keluar kota dan lupa mengabarkan ke gue,secara semua informasi yang gue kirim ke dia semuanya berupa email,dan sejauh ini ga pernah terlambat.
Senyum lagi ahhh…gue ga mau hal ini membuat gue jadi cemberut,harus sukses dengan banyak senyum dah pokoknya hari ini,gue mengingat-ingat momen2 yang membahagiakan kemaren-kemaren,sama keluarga,temen-temen,mantan2 pacar gue dan sama semua hal yang bikin gue tersenyum….Keep Smile Palz !!!
Neo Problemo
Pukul 11:00 siang.Tututut…tututut…Nada dering standar Nokia 5700 gue teriak,mirip suara klakson mobil carry tua kegencet kereta,ada sms masuk,gw segera meraih HP sambil berharap itu dari seseorang yang berarti dalam hidup gue,seenggaknya bukan iklan dari operator-operator pengerat pulsa dengan iming-iming uang jutaan rupiah.
“Kak, tolong telpon balik,penting!”sebuah pesan singkat dari adik gue,sebenarnya gue masih belum pengen telpon2an pada jam segini,kerjaan masih numpuk,paling enggak sejam lagi gue baru bisa telpon2an,tapi rasa penasaran akan kata”penting” akhirnya refleks menggerakkan jempol gue ke tombol berwarna hijau sisi kiri benda segi empat itu.
“Hallo,Assalamualaikum..ada apa dik koq tadi smsnya kayanya penting bgt”Gue membuka pembicaraan dengan nada yang agak pelan,ga enak sama orang sekitar.
“Waalaikum salam,kak..di rumah lagi ada masalah,Mama sama Papa lagi berantem hebat dan kali ini kelihatannya lebih parah dari kemarin2,Mama bilang dia mau cerai……”Ade gue menjelaskan dengan panjang lebar masalahnya,masalah yang sama,itu-itu saja,tapi kenapa kali ini lebih parah??
”Tapi tolong jangan telpon papa dulu,aku ga mau kedaan jadi makin parah”Terdengar isak tangis ade gue menjelaskan keadaan dalam rumah kami yang semaikin kacau.Tuhan…kenapa lagi ini??kenapa ga henti-hentinya Engkau memberikan cobaan buat gue yang notabene baru keluar dari masalah laen yang juga sudah cukup merobek-robek hati??
Gue terdiam,merenungi semuanya,memikirkan jalan keluarnya,sebagai anak yang paling tua gue ga mungkin diam saja menghadapi masalah ini,gw harus bisa bersikap bijaksana dalam menyikapinya agar tidak membuat salah satu dari mereka tersinggung,memang..dalam pandangan gue,bokaplah pemilik kesalahan ini dan sejak dulu gue gak pernah mau berpihak ke siapapun,bagi gue mereka adalah orang tua yang sangat gue sayang,gue ga mau menyakiti mereka,ini masalah mereka,tapi sekarang adalah masalah gue juga,Bagaimana jika itu sampai terjadi??akan seperti apa nanti??gue bisa saja masih sanggup menghidupi nyokap gue walo dengan gaji gue yang seadanya,walopun misalnya bokap gue pergi,tapi sungguh gue ga mau itu terjadi,bagi gue keutuhan keluarga adalh segalanya,siapa sih yang ga pengen punya keluarga yang bahagia??
Hmmm….hidup aja bagi gue sudah merupakan suatu masalah,kenapa harus ada masalah-masalah lain lagi!tapi benar juga kata orang,bukan hidup namanya kalo tanpa masalah-masalah yang selalu ada,hidup adalah perjuangan dan hidup juga adalah perbuatan,ini mungkin ujian bagi keluarga gue dan gue sendiri,selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian,gue percaya bahwa Allah ga akan pernah menguji hamba-hambaNya jika mereka tidak bisa keluar dari masalah itu,masalah yang seberat apapun pasti ada jalan keluar.
Astaghfirullah,sudah hamper jam 2,gue belum sholat dzuhur.Gue segera bergegas menuju ke mushollah,mengambil wudhu lalu sholat,menyatu dalam kekhusyu’an bersama masalah-masalah yang begitu berat,dan entah kenapa beberapa menit itu begitu nikmat,seolah gue sedang berada di taman buah dengan pepohonan yang lebat,”Ya Allah….Aku tunduk padaMu, !!”
“Kak, tolong telpon balik,penting!”sebuah pesan singkat dari adik gue,sebenarnya gue masih belum pengen telpon2an pada jam segini,kerjaan masih numpuk,paling enggak sejam lagi gue baru bisa telpon2an,tapi rasa penasaran akan kata”penting” akhirnya refleks menggerakkan jempol gue ke tombol berwarna hijau sisi kiri benda segi empat itu.
“Hallo,Assalamualaikum..ada apa dik koq tadi smsnya kayanya penting bgt”Gue membuka pembicaraan dengan nada yang agak pelan,ga enak sama orang sekitar.
“Waalaikum salam,kak..di rumah lagi ada masalah,Mama sama Papa lagi berantem hebat dan kali ini kelihatannya lebih parah dari kemarin2,Mama bilang dia mau cerai……”Ade gue menjelaskan dengan panjang lebar masalahnya,masalah yang sama,itu-itu saja,tapi kenapa kali ini lebih parah??
”Tapi tolong jangan telpon papa dulu,aku ga mau kedaan jadi makin parah”Terdengar isak tangis ade gue menjelaskan keadaan dalam rumah kami yang semaikin kacau.Tuhan…kenapa lagi ini??kenapa ga henti-hentinya Engkau memberikan cobaan buat gue yang notabene baru keluar dari masalah laen yang juga sudah cukup merobek-robek hati??
Gue terdiam,merenungi semuanya,memikirkan jalan keluarnya,sebagai anak yang paling tua gue ga mungkin diam saja menghadapi masalah ini,gw harus bisa bersikap bijaksana dalam menyikapinya agar tidak membuat salah satu dari mereka tersinggung,memang..dalam pandangan gue,bokaplah pemilik kesalahan ini dan sejak dulu gue gak pernah mau berpihak ke siapapun,bagi gue mereka adalah orang tua yang sangat gue sayang,gue ga mau menyakiti mereka,ini masalah mereka,tapi sekarang adalah masalah gue juga,Bagaimana jika itu sampai terjadi??akan seperti apa nanti??gue bisa saja masih sanggup menghidupi nyokap gue walo dengan gaji gue yang seadanya,walopun misalnya bokap gue pergi,tapi sungguh gue ga mau itu terjadi,bagi gue keutuhan keluarga adalh segalanya,siapa sih yang ga pengen punya keluarga yang bahagia??
Hmmm….hidup aja bagi gue sudah merupakan suatu masalah,kenapa harus ada masalah-masalah lain lagi!tapi benar juga kata orang,bukan hidup namanya kalo tanpa masalah-masalah yang selalu ada,hidup adalah perjuangan dan hidup juga adalah perbuatan,ini mungkin ujian bagi keluarga gue dan gue sendiri,selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian,gue percaya bahwa Allah ga akan pernah menguji hamba-hambaNya jika mereka tidak bisa keluar dari masalah itu,masalah yang seberat apapun pasti ada jalan keluar.
Astaghfirullah,sudah hamper jam 2,gue belum sholat dzuhur.Gue segera bergegas menuju ke mushollah,mengambil wudhu lalu sholat,menyatu dalam kekhusyu’an bersama masalah-masalah yang begitu berat,dan entah kenapa beberapa menit itu begitu nikmat,seolah gue sedang berada di taman buah dengan pepohonan yang lebat,”Ya Allah….Aku tunduk padaMu, !!”
Mizz U,People !!!
Tadinya gue pengen pulang cepet,tapi urung setelah Bayu,temen lama gue batal ketemu gue hari ini,gue memang sengaja ingin ketemu ma dia coz kita dah lama bgt ga ktemu,dah sekitar 8 tahunan gitu,temen maen waktu SMA,seseorang yang menurut gue patut dicontoh optimismenya dalam segala hal,idealismenya yang tak mudah digoyahkan oleh apapun dan bahkan sebagian teman gue yang lain menganggap dia gila,seperti sebuah simbiosis mutualisme,dia mengajarkan gue banyak hal tentang kepercayaan diri,dengan badannya yang “mini” dia selalu bisa lebih tampil percaya diri dibandingkan gue yang berbadan hampir setinggi jerapah, begitupun gue banyak mengajari dia bermain gitar,dan sekarang..kemampuannya jauh melampaui gue,dia bahkan menjadi gitaris pada band yang dibentuknya dan sekarang sedang menawarkan demonya ke produser-produser,Ah Bayu..bisa juga kau sehebat itu!!
Matahari berputar begitu cepat hari ini,udah malem aja,apa mungkin karena tadi gw kesiangan saat berangkat kerja ya..hahahaha..untung aja bos gw ga ada,kalo sampe ada kan gue bisa diomelin abis masuk kantor baru jam 9:30,lagian mogimana lagi,pagi-pagi gue biasanya dibangunin sama Bu kokom,alarm idup gw,pembantu dirumah(Rmh om gw mksdnya) yang cerewetnya naujubileh,klo lagi ngomong kaya kereta api,ga pake rem..nyerocos terus,gw mpe males denger cerocosannya yang ga penting itu tiap hari,dan sekarang si cerewet itu lagi mudik ke Brebes,jadinya gue harus berjuang sendiri untuk bisa bangun pagi,hufh!!Upzz…dah malem aja yach,padahal hari-hari kemaren gue ngerasain kayanya matahari berputar lamaaaa bgt,ini pertanda baik berarti gue dah mulai bisa ngelupain hal-hal yang menyedihkan dalam hidup gue,emang iya sih,buat apa juga gue ribet-ribet mikirin hal-hal ga penting,lalu dengan modal perdana Simpati yang gue beli di bandung beberapa hari lalu gue telponin semua temen2 lama gue di manado dan kotamobagu,ada kerinduan disana,ada keinginan untuk pulang kampung,lebaran kali ini akhirnya gue gagal pulang kampung lagi,semoga tahun baru 3 bulan depan gue bisa bertemu temen-temen gue disana,ini berarti sejak tahun 2001 baru 2 kali lagi gue menginjakkan kaki di Kotamobagu,tempat dimana gue dilahirkan,tempat dimana teman-teman masa kecil gue tinggal,tempat dimana kedua orang tua gue selalu menanti kedatangan gue tapi akhirnya gue selalu ga bisa mudik(Maafin ivan ya..)
Matahari berputar begitu cepat hari ini,udah malem aja,apa mungkin karena tadi gw kesiangan saat berangkat kerja ya..hahahaha..untung aja bos gw ga ada,kalo sampe ada kan gue bisa diomelin abis masuk kantor baru jam 9:30,lagian mogimana lagi,pagi-pagi gue biasanya dibangunin sama Bu kokom,alarm idup gw,pembantu dirumah(Rmh om gw mksdnya) yang cerewetnya naujubileh,klo lagi ngomong kaya kereta api,ga pake rem..nyerocos terus,gw mpe males denger cerocosannya yang ga penting itu tiap hari,dan sekarang si cerewet itu lagi mudik ke Brebes,jadinya gue harus berjuang sendiri untuk bisa bangun pagi,hufh!!Upzz…dah malem aja yach,padahal hari-hari kemaren gue ngerasain kayanya matahari berputar lamaaaa bgt,ini pertanda baik berarti gue dah mulai bisa ngelupain hal-hal yang menyedihkan dalam hidup gue,emang iya sih,buat apa juga gue ribet-ribet mikirin hal-hal ga penting,lalu dengan modal perdana Simpati yang gue beli di bandung beberapa hari lalu gue telponin semua temen2 lama gue di manado dan kotamobagu,ada kerinduan disana,ada keinginan untuk pulang kampung,lebaran kali ini akhirnya gue gagal pulang kampung lagi,semoga tahun baru 3 bulan depan gue bisa bertemu temen-temen gue disana,ini berarti sejak tahun 2001 baru 2 kali lagi gue menginjakkan kaki di Kotamobagu,tempat dimana gue dilahirkan,tempat dimana teman-teman masa kecil gue tinggal,tempat dimana kedua orang tua gue selalu menanti kedatangan gue tapi akhirnya gue selalu ga bisa mudik(Maafin ivan ya..)
hari yang cerah untuk jiwa yang sepi
Senin pagi yang cerah,walo ga secerah hati gue saat ini tapi setidaknya ga seburam kemarin-kemarin,ga tau kenapa semua yang gue rasain menjadi lebih baik sekarang,justru setelah gue akhirnya tau bahwa sebenarnya dia sudah mendustai gue sejak awal,cinta memang sudah menutupi akal sehat gue saat itu,mana mungkin seorang yang berpendidikan tinggi,pekerjaan yang mapan dan bergaji besar,seorang wanita eksekutif muda mau sama gue,harapan gue terlalu tinggi ketika itu,mungkin saja tujuannya mengenalkan gue sama orang tuanya,teman2nya hanyalah sekedar symbol bahwa dia adalah seseorang yang tidak pernah sepi dari laki-laki,walopun sebenarnya dengan jelas dan beberapa kali gue dengar bahwa dia sudah 2 bulan ngejomblo pada saat itu,itu kan kata dia,padahal..harusnya gue sadarin bahwa waktu yang paling potensial untuk berbohong adalah pada saat kita sedang berada diposisi sedang merebut hati lawan jenis,ribuan macam gombal tertumpah disitu,sekedar menunjukkan bahwa kita dalah orang yang paling baik yang dia kenal sedunia,bullshit yang terencana!begitu gue menamakan proses itu.Anehnya beberapa orang justru senang digombalin,dan bisa jadi gue adalah seorang dari mereka,dasar bego!!
Hampir waktu makan siang..Ingatan tentangnya perlahan mulai hilang,redup dalam bayang-bayang kesedihan yang begitu mendalam,seketika gue menyadari bahwa masih banyak mimpi yang belum gue raih,angan yang belum bisa gue capai,ada semacam keinginan yang bergejolak dalam hati gue,Gue harus jadi orang yang berhasil!!!gue ga mau terlalu lama orang yang bukan siapa-siapa,gue harus punya peran dalam hidup ini,hidup ini panggung sandiwara dan gue ga mau terus-terusan hanya jadi figuran.Gue harus bangkit!!
Gue meraih pekerjaan-pekerjaan gue yang belum selesai hari ini,ada begitu banyak laporan2 yang harus gue selesaikan,sisa pekerjaan kemarin sih,belum sempet gue selesein coz suasana hati gue yang sangat tidak memungkinkan saat itu,sehari sebelum liburan sebenarnya pengen gue beresin tapi otak gue kaya buntu gitu!!ga professional memang,semoga para personalia-personalia tidak ada yang membaca blog gue hehehe…
Dan sore ini sebelum jam pulang semua perkerjaan gue udah beres,tinggal mengirimkannya via email,sekaligus ngeposting tulisan yang ga bermutu ini hahaha..
Hampir waktu makan siang..Ingatan tentangnya perlahan mulai hilang,redup dalam bayang-bayang kesedihan yang begitu mendalam,seketika gue menyadari bahwa masih banyak mimpi yang belum gue raih,angan yang belum bisa gue capai,ada semacam keinginan yang bergejolak dalam hati gue,Gue harus jadi orang yang berhasil!!!gue ga mau terlalu lama orang yang bukan siapa-siapa,gue harus punya peran dalam hidup ini,hidup ini panggung sandiwara dan gue ga mau terus-terusan hanya jadi figuran.Gue harus bangkit!!
Gue meraih pekerjaan-pekerjaan gue yang belum selesai hari ini,ada begitu banyak laporan2 yang harus gue selesaikan,sisa pekerjaan kemarin sih,belum sempet gue selesein coz suasana hati gue yang sangat tidak memungkinkan saat itu,sehari sebelum liburan sebenarnya pengen gue beresin tapi otak gue kaya buntu gitu!!ga professional memang,semoga para personalia-personalia tidak ada yang membaca blog gue hehehe…
Dan sore ini sebelum jam pulang semua perkerjaan gue udah beres,tinggal mengirimkannya via email,sekaligus ngeposting tulisan yang ga bermutu ini hahaha..
Berharap lebih baik
Ga tau harus bilang apa lagi,semoga dia selalu bahagia dengan semua keputusannya. Cinta,,terlalu absurdkah harapan2 gue??,,Akh..Gw ga mau jadi pemuja cinta,mending jadi pemuja Tuhan,As Rumi said : ” Cinta itu tidak punya Tuhan melainkan kekasihnya sendiri”
“Kehilangan karena terlalu takut kehilangan”
“Kehilangan karena terlalu takut kehilangan” dan itupun terjadi,ironis memang tapi mau ga mau harus gue hadapi.
Pagi ini langkah gue menjadi begitu berat,seperti orang yang kehilangan selera hidup,perubahan ini begitu cepat dan gue belum siap menghadapi,penyesalan itu datang bertubi-tubi,masuk melalui liang-liang kepala,merasuki setiap pori-pori otak gue dan mengendap di dalamnya,Oh betapa bodohnya gue membiarkan ketidak sabaran menguasai gue,membiarkan gue tak terkontrol,lepas,all out dalam pelampiasan kekesalan hanya karena persoalan sepele yang sebenarnya tak perlu jadi sebesar dan separah ini.walau semuanya masih terlalu dini untuk menghakimi dengan mengatakan bahwa sikap gue jauh dari dewasa,apa dia ga pernah tau bagaimana rasanya tersiksa oleh cinta yang sudah mengakar dan menghadirkan rindu yang tak terperikan???Itulah cinta tai kucing yang akhirnya membuat hal rasional jadi tampak irasional,membuat otak tidak bisa berpikir jernih,melumpuhkan otak kiri dan perlahan membunuh logika,ahh…gue aja yang terlalu bego mau dikuasai oleh hal tai kucing demikian itu!!!
Dan sekarang jadilah gue seorang ivan yang jomblo lagi,yang kehilangan kasih sayang dari seseorang lagi.,dan saat ini bukan perkara mudah lagi untuk jatuh cinta,jatuh cinta adalah hal mudah tapi sekaligus tersulit yang pernah gue alamin,ia membutuhkan banyak komposisi rasa untuk bisa hidup dan terus hidup dan komposisi itu harus seimbang agar menghasilkan sebuah hubungan yang eksistensinya bisa dipertanggung jawabkan,padahal bagian tersulitnya justru menyeimbangkan itu,menyeimbangkan kedua sifat yang pasti berbeda,menyatukan visi dan misi,saling ini saling itu dan banyak lagi biar keduanya menjadi sebuah kombinasi yang pas.
Inilah saatnya ketika gue dituntut lagi untuk harus sabar,dan masih dalam bulan puasa ini gue terus memperbaiki itu,gue ngerasa dah gagal dalam ngelatih kesabaran.Kemana semua amalan-amalan selama ini??bukankah sabar adalah esensi penting dalam mencapai RidhoNya di bulan yang penuh berkah ini??”Ya Allah…jika ini adalah merupakan cobaan bagi hamba maka kuatkanlah hati hamba dan bukakanlah pintu hatinya,tapi jika ini adalah balasan dari apa-apa yang pernah hamba lakukan dimasa lalu maka hamba ikhlas,hamba bersujud memohon petunjukMu…..”
Pagi ini langkah gue menjadi begitu berat,seperti orang yang kehilangan selera hidup,perubahan ini begitu cepat dan gue belum siap menghadapi,penyesalan itu datang bertubi-tubi,masuk melalui liang-liang kepala,merasuki setiap pori-pori otak gue dan mengendap di dalamnya,Oh betapa bodohnya gue membiarkan ketidak sabaran menguasai gue,membiarkan gue tak terkontrol,lepas,all out dalam pelampiasan kekesalan hanya karena persoalan sepele yang sebenarnya tak perlu jadi sebesar dan separah ini.walau semuanya masih terlalu dini untuk menghakimi dengan mengatakan bahwa sikap gue jauh dari dewasa,apa dia ga pernah tau bagaimana rasanya tersiksa oleh cinta yang sudah mengakar dan menghadirkan rindu yang tak terperikan???Itulah cinta tai kucing yang akhirnya membuat hal rasional jadi tampak irasional,membuat otak tidak bisa berpikir jernih,melumpuhkan otak kiri dan perlahan membunuh logika,ahh…gue aja yang terlalu bego mau dikuasai oleh hal tai kucing demikian itu!!!
Dan sekarang jadilah gue seorang ivan yang jomblo lagi,yang kehilangan kasih sayang dari seseorang lagi.,dan saat ini bukan perkara mudah lagi untuk jatuh cinta,jatuh cinta adalah hal mudah tapi sekaligus tersulit yang pernah gue alamin,ia membutuhkan banyak komposisi rasa untuk bisa hidup dan terus hidup dan komposisi itu harus seimbang agar menghasilkan sebuah hubungan yang eksistensinya bisa dipertanggung jawabkan,padahal bagian tersulitnya justru menyeimbangkan itu,menyeimbangkan kedua sifat yang pasti berbeda,menyatukan visi dan misi,saling ini saling itu dan banyak lagi biar keduanya menjadi sebuah kombinasi yang pas.
Inilah saatnya ketika gue dituntut lagi untuk harus sabar,dan masih dalam bulan puasa ini gue terus memperbaiki itu,gue ngerasa dah gagal dalam ngelatih kesabaran.Kemana semua amalan-amalan selama ini??bukankah sabar adalah esensi penting dalam mencapai RidhoNya di bulan yang penuh berkah ini??”Ya Allah…jika ini adalah merupakan cobaan bagi hamba maka kuatkanlah hati hamba dan bukakanlah pintu hatinya,tapi jika ini adalah balasan dari apa-apa yang pernah hamba lakukan dimasa lalu maka hamba ikhlas,hamba bersujud memohon petunjukMu…..”
Perubahan
Waktu terlalu cepat berjalan,keadaan juga terlalu cepat berubah,banyak hal-hal indah yang seketika menjadi menyedihkan dan sebaliknya tidak sedikit hal-hal menyedihkan yang malah berbalik menjadi kebahagiaan.Itulah hidup,dengan segala warna – warninya dan segala lika likunya dan dengan segala konsekwensinya,bukankah jarak antara bahagia dan sedih,benci dan sayang,marah dan tertawa itu hanyalah setipis kulit ari,bahkan lebih tipis dan bahkan mungkin tak berjarak.Seperti sebuah lingkaran,walau dalam geometri euklid disebutkan bahwa ia punya titik dan bidang dalam jarak tertentu,tapi sejatinya lingkaran adalah tak berbatas,hanya punya titik pusat dan titik itulah dimana kedua hal yang sangat kontras tadi dipertemukan.Hmmm…bagaimana bisa seorang tadinya benci tiba2 berubah sayang,atau marah lalu kemudian tertawa lagi dan sebaliknya dan sebaliknya,karena batas keduanya hampir tak ada.Gue jadi teringat sama cerita-cerita dimana orang – orang kaya begitu ketakutannya kehilangan harta mereka,lalu menjadi menjadi miskin,menyiratkan bahwa semakin kaya dirinya maka semakin dia menyadari bahwa begitu dekat dia dengan kemiskinan,Semakin sayang seseorang,semakin dekatlah juga sebenarnya dia pada kebencian(Cinta pada Tuhan adalah pengecualian tentunya).Dan itulah kebesaran Tuhan,dengan misteri-misterinya yang tak terpecahkan,hanya Dia yang tahu kapan waktunya akan diberikan.
Hari ini memang seperti hari-hari lain,dengan kegiatan yang persis sama juga dengan hari-hari kemarin(dan mungkin akan sama dengan hari-hari esok),tapi ada begitu banyak hal-hal yang berubah sebenarnya,saat gue mendengarkan radio,nonton tv atau membaca berita2 di Koran dan majalah, bagi gue dan bagi mereka-mereka yang mengalami perubahan2 itu,bagaimana mirisnya perasaan orang2 yang kehilangan keluarga mereka yang meninggal pada saat ngantri zakat,bagaimana kacaunya hati seorang pencuri motor yang akhirnya tertangkap polisi saat melancarkan aksinya,bagaimana sedihnya orang2 terdekat Gugun Gondrong saat melihat kondisinya yang sekarat……Hmm -dan bagaimana bingungnya gue digelayuti ribuan tanya saat ini karena orang yang gue sayang tiba2 berubah…..-,tapi itulah perubahan,karena bumi berputar,karena waktu berjalan !! jika disuruh memilih,gue akan memilih biarlah waktu tetap pada tempatnya biar kebahagiaan yang sama tetap bisa gue rasain,mungkin juga sama dengan apa yang diinginkan oleh keluarga korban antrian zakat,Pencuri motor yang ketangkep,juga orang-orang terdekatnya Gugun Gondrong,dan semua orang di dunia yang tidak lagi bahagia karena perubahan….
Hari ini memang seperti hari-hari lain,dengan kegiatan yang persis sama juga dengan hari-hari kemarin(dan mungkin akan sama dengan hari-hari esok),tapi ada begitu banyak hal-hal yang berubah sebenarnya,saat gue mendengarkan radio,nonton tv atau membaca berita2 di Koran dan majalah, bagi gue dan bagi mereka-mereka yang mengalami perubahan2 itu,bagaimana mirisnya perasaan orang2 yang kehilangan keluarga mereka yang meninggal pada saat ngantri zakat,bagaimana kacaunya hati seorang pencuri motor yang akhirnya tertangkap polisi saat melancarkan aksinya,bagaimana sedihnya orang2 terdekat Gugun Gondrong saat melihat kondisinya yang sekarat……Hmm -dan bagaimana bingungnya gue digelayuti ribuan tanya saat ini karena orang yang gue sayang tiba2 berubah…..-,tapi itulah perubahan,karena bumi berputar,karena waktu berjalan !! jika disuruh memilih,gue akan memilih biarlah waktu tetap pada tempatnya biar kebahagiaan yang sama tetap bisa gue rasain,mungkin juga sama dengan apa yang diinginkan oleh keluarga korban antrian zakat,Pencuri motor yang ketangkep,juga orang-orang terdekatnya Gugun Gondrong,dan semua orang di dunia yang tidak lagi bahagia karena perubahan….
No Fear !!!
Ketakutan terkadang membuat kita melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tidak perlu kita lakukan,dan akhirnya banyak terjadi penyimpangan2,kejahatan dalam berbagai bentuk,entah itu pembunuhan,penipuan,korupsi,kolusi dan berbagai tindakan lain yang jika dirunut masalahnya sebenarnya berakar pada “ketakutan”,takut menjadi miskin sehingga banyak orang korupsi,mencuri,menipu.Takut disaingi lawan sehingga akhirnya menganiaya,membunuh dan banyak hal-hal lain yang terjadi di sekitar kita yang mungkin bisa kita saksikan setiap hari pada tayangan-tayangan tivi,padahal semua perasaat takut itu hanyalah sekedar perasaan dan tidak ada siapapun yang bisa menjamin itu(hal-hal yang ditakuti)akan terjadi atau tidak.Manusia memang makhluk yang senang berspekulasi,dan gue pernah hampir terjebak dalam situasi seperti itu,yah maklumlah…gw juga manusia biasa khan ?,punya rasa takut.
Saat gw sangat takut kehilangan seseorang yang gue sayang,gw mencoba untuk mencari seseorang yang lain dan berusaha menumbuhkan rasa sayang lagi,hanya agar ketakutan2 itu hilang ,agar kekhwatiran itu lenyap.dan disitulah kesalahan gue,ketakutan gw lah justru yang hampir membuat gw keilangan sesuatu yang berharga yang justru tidak akan terjadi jika gw tidak takut,jika gw lebih percaya diri dan jika gw lebih yakin.Alhamdulillah,gw tersadar bahwa ketakutan ternyata Cuma momok yang harus dilawan,harus dihadapi,bukan lari atau mencari jalan pintas untuk keluar dari ketakutan2 itu,ketakutan toh gak lebih dari sekedar asumsi,sebuah prediksi yang ga pasti.Jadi janganlah takut,hadapilah sesuatu yang harus elo jalanin dengan niat yang baik dan tulus,karena sesungguhnya niat baik selalu akan berbuah baik.Tul ga??
Ketakutan bisa memberi banyak makna,akan positif jika kita takut pada hal yang tidak baik,seseorang akan lebih banyak beribadah dan lebih banyak berbuat hal baik jika ia takut akan dosa dan seharusnyalah gw lebih setia sama pasangan gw jika gw takut kehilangannya,bukan malah menduakannya.Maafkan aku yah sayang…Aku janji ga akan pernah terjadi lagi Koq,Aku sayang kamu,dan alangkah bodohnya jika aku harus keilangan kamu karena takut keilangan kamu……!!!!
Saat gw sangat takut kehilangan seseorang yang gue sayang,gw mencoba untuk mencari seseorang yang lain dan berusaha menumbuhkan rasa sayang lagi,hanya agar ketakutan2 itu hilang ,agar kekhwatiran itu lenyap.dan disitulah kesalahan gue,ketakutan gw lah justru yang hampir membuat gw keilangan sesuatu yang berharga yang justru tidak akan terjadi jika gw tidak takut,jika gw lebih percaya diri dan jika gw lebih yakin.Alhamdulillah,gw tersadar bahwa ketakutan ternyata Cuma momok yang harus dilawan,harus dihadapi,bukan lari atau mencari jalan pintas untuk keluar dari ketakutan2 itu,ketakutan toh gak lebih dari sekedar asumsi,sebuah prediksi yang ga pasti.Jadi janganlah takut,hadapilah sesuatu yang harus elo jalanin dengan niat yang baik dan tulus,karena sesungguhnya niat baik selalu akan berbuah baik.Tul ga??
Ketakutan bisa memberi banyak makna,akan positif jika kita takut pada hal yang tidak baik,seseorang akan lebih banyak beribadah dan lebih banyak berbuat hal baik jika ia takut akan dosa dan seharusnyalah gw lebih setia sama pasangan gw jika gw takut kehilangannya,bukan malah menduakannya.Maafkan aku yah sayang…Aku janji ga akan pernah terjadi lagi Koq,Aku sayang kamu,dan alangkah bodohnya jika aku harus keilangan kamu karena takut keilangan kamu……!!!!
kaga jelas !!!
Hari ini cerah,sepertinya ujan lagi ogah gitu buat ngebasahin bumi tangerang yang akhir2 ini makin kerontang aja,berdebu dan panaaaaassss.Gw jadi males kmana2.
Beberapa hari ini juga gw ngerasa kayanya waktu berjalan pelan bgt,gw pengen cepet2 hari sabtu lagi biar libur n gue bisa bangun lebih siang.Dan lebih special lagi,gue pengen ketemu lagi ma seseorang yang akhir2 ini dah buat gue merasa berbeda,merasa seperti berada di dunia baru kehidupan,akhh….ini Cuma efek kalo orang lagi in love aja kali!!ga taulah,tapi kali ini benar2 berbeda,seperti sebuah kesimpulan dari perjalanan panjang gue(yah walo gue blom tau seperti apa nantinya).Cinta itu memang misteri,dan itulah sebabnya gw paling males jika diajak bicara cinta,terkadang kita bisa dengan gamblangnya mengucapkan kata cinta ke seseorang,tapi kita bahkan ga tau apakah kita benar-benar mencintainya,atau malah sama sekali tidak.Misteri membuat gue muak,jika saja gue bisa menyelami alam misteri……Hmm tapi disitulah tempat bersembunyinya ajal,dan semua takdir2 gue,Apa serunya hidup jika semua hal yang bakal terjadi ke kita sudah kita ketahui lebih dulu??iya juga sih…
Tumben2an siang ini gue jadi mau ngebersihin gagang telpon yang ada diatas meja gue,udah 2 minggu terakhir kayanya tuh gagang keliatan buluk gitu,ada noda2 kecil yang membuatnya jadi agak susah dibersihin..hehehe,pengen bgt gue bersihin tapi koq kaya ga sempet yah,padahal jaraknya ga lebih dari 50 Cm dihadapan gue,Cling..!!!sekarang keliatan bersih tuh gagang,kaya baru lagi euy!!!
Kenapa ga dari kemarin2 sih gw bersihin?? gue ga sempet!!
Tapi ngerbersihin itu khan Cuma bentar doank?? Ihhh…dibilangin gue ga sempet juga !!!
Ah masa sih se”Ga sempat” itu??
Atau sebenarnya mungkin gw sempat bahkan malah sangat sempat tapi gue terlalu cuek sama hal-hal kecil,”Hal kecil kan adalah bagian dari hal2 besar”bokap gue pernah bilang itu ke gw,sayangnya dia juga adalah penganut paham “Do as I say Not As I Did”jadinya kata-kata bijak seperti apapun yang keluar dari mulutnya selalu saja Cuma jadi penghias telinga gw hehehehe….!!!
Bagi gue pribadi cinta itu juga seperti noda noda kecil,seperti juga titik-titik debu dan daki yang sedikit demi sedikit menempel di gagang telpon dia atas meja gue.kehadirannya memang perlahan,tapi pasti.Dan jika dia tumbuh maka akan sulit untuk dihapuskan.Cinta adalah Hal besar yang tumbuh karena hal-hal kecil yang tanpa kita sadari.
Bersama hal-hal kecil yang mungkin tak berharga buatmu,biarkanlah aku membuktikan bahwa sesungguhnya aku sedang berusaha menumbuhkan cintaku.I Love U My Sweetheart.
Beberapa hari ini juga gw ngerasa kayanya waktu berjalan pelan bgt,gw pengen cepet2 hari sabtu lagi biar libur n gue bisa bangun lebih siang.Dan lebih special lagi,gue pengen ketemu lagi ma seseorang yang akhir2 ini dah buat gue merasa berbeda,merasa seperti berada di dunia baru kehidupan,akhh….ini Cuma efek kalo orang lagi in love aja kali!!ga taulah,tapi kali ini benar2 berbeda,seperti sebuah kesimpulan dari perjalanan panjang gue(yah walo gue blom tau seperti apa nantinya).Cinta itu memang misteri,dan itulah sebabnya gw paling males jika diajak bicara cinta,terkadang kita bisa dengan gamblangnya mengucapkan kata cinta ke seseorang,tapi kita bahkan ga tau apakah kita benar-benar mencintainya,atau malah sama sekali tidak.Misteri membuat gue muak,jika saja gue bisa menyelami alam misteri……Hmm tapi disitulah tempat bersembunyinya ajal,dan semua takdir2 gue,Apa serunya hidup jika semua hal yang bakal terjadi ke kita sudah kita ketahui lebih dulu??iya juga sih…
Tumben2an siang ini gue jadi mau ngebersihin gagang telpon yang ada diatas meja gue,udah 2 minggu terakhir kayanya tuh gagang keliatan buluk gitu,ada noda2 kecil yang membuatnya jadi agak susah dibersihin..hehehe,pengen bgt gue bersihin tapi koq kaya ga sempet yah,padahal jaraknya ga lebih dari 50 Cm dihadapan gue,Cling..!!!sekarang keliatan bersih tuh gagang,kaya baru lagi euy!!!
Kenapa ga dari kemarin2 sih gw bersihin?? gue ga sempet!!
Tapi ngerbersihin itu khan Cuma bentar doank?? Ihhh…dibilangin gue ga sempet juga !!!
Ah masa sih se”Ga sempat” itu??
Atau sebenarnya mungkin gw sempat bahkan malah sangat sempat tapi gue terlalu cuek sama hal-hal kecil,”Hal kecil kan adalah bagian dari hal2 besar”bokap gue pernah bilang itu ke gw,sayangnya dia juga adalah penganut paham “Do as I say Not As I Did”jadinya kata-kata bijak seperti apapun yang keluar dari mulutnya selalu saja Cuma jadi penghias telinga gw hehehehe….!!!
Bagi gue pribadi cinta itu juga seperti noda noda kecil,seperti juga titik-titik debu dan daki yang sedikit demi sedikit menempel di gagang telpon dia atas meja gue.kehadirannya memang perlahan,tapi pasti.Dan jika dia tumbuh maka akan sulit untuk dihapuskan.Cinta adalah Hal besar yang tumbuh karena hal-hal kecil yang tanpa kita sadari.
Bersama hal-hal kecil yang mungkin tak berharga buatmu,biarkanlah aku membuktikan bahwa sesungguhnya aku sedang berusaha menumbuhkan cintaku.I Love U My Sweetheart.
Semangat Juang45 & 08(Apaan Coba?)
Tak terduga memang,tapi itu terjadi.Gue ga sendiri lagi.Dan sekarang gue mulai paham bagian terberatnya punya satu hubungan.Mempertahankan!!!Yah,memepertahankan memang tak semudah saat memulai,Kali ini gw berharap ,semoga tidak ada lagi kegagalan seperti hubungan gue yang sudah2,bosen Gue dengan penat,Dan enyah saja lo wahai pekat!!!ckakakak (Maaf yah empunya puisi,minjem dikit doang koq,Peace!!).
Setelah dihayati…kegagalan2 gue sebelumnya memang bermuara pada kurangnya nilai juang dan jiwa patriotisme seperti yang dilakukan oleh para pahlawan yang telah gugur di
medan
perang demi mempertahankan negaranya dan untuk membela bangsanya.MERDEKA!!!,Tuh
kan
jadi ngaco lagi,malah pidato!!ga segitunya kaleee !!!,Lho..intinya khan mempertahankan !!,apapun yang dipertahankan pasti membutuhkan semangat dan jiwa patriotic,bener ga sih??Whateverlah itu,yang pasti di saat ini entah kenapa semangat itu begitu membara,keinginan itu begitu kuat,tapi gue butuh seseorang yang tulus,sayang dan menerima gue apa adanya,bukankah bagian terpentingnya adalah gue bisa diterima??diterima oleh ketulusan hati seseorang yang benar2 mau menganggap gue adalah bagian dari hidupnya.Dan itu juga tak mudah,seperti minyak yang ogah menyatu sama air,walau keduanya sama2 benda cair.
Lalu…What Am I Supposed To Do???
Jujur aja gue ga tau jawabannya!!,seperti para pejuang dulu yang hanya bisa bertempur tanpa harus tau negaranya akan menang atau tidak,mereka akan gugur atau tidak,mereka hanya tau bahwa mempertahankan adalah kewajiban,dan mereka tergerak oleh itu,karena sesuatu yang sudah kita miliki sudah selayaknya untuk kita pertahankan,hingga akhirnya muncul satu slogan Merdeka Atau Mati!!!.
Thank you for being My Sweetheart.I love you like the heroes loves
Setelah dihayati…kegagalan2 gue sebelumnya memang bermuara pada kurangnya nilai juang dan jiwa patriotisme seperti yang dilakukan oleh para pahlawan yang telah gugur di
medan
perang demi mempertahankan negaranya dan untuk membela bangsanya.MERDEKA!!!,Tuh
kan
jadi ngaco lagi,malah pidato!!ga segitunya kaleee !!!,Lho..intinya khan mempertahankan !!,apapun yang dipertahankan pasti membutuhkan semangat dan jiwa patriotic,bener ga sih??Whateverlah itu,yang pasti di saat ini entah kenapa semangat itu begitu membara,keinginan itu begitu kuat,tapi gue butuh seseorang yang tulus,sayang dan menerima gue apa adanya,bukankah bagian terpentingnya adalah gue bisa diterima??diterima oleh ketulusan hati seseorang yang benar2 mau menganggap gue adalah bagian dari hidupnya.Dan itu juga tak mudah,seperti minyak yang ogah menyatu sama air,walau keduanya sama2 benda cair.
Lalu…What Am I Supposed To Do???
Jujur aja gue ga tau jawabannya!!,seperti para pejuang dulu yang hanya bisa bertempur tanpa harus tau negaranya akan menang atau tidak,mereka akan gugur atau tidak,mereka hanya tau bahwa mempertahankan adalah kewajiban,dan mereka tergerak oleh itu,karena sesuatu yang sudah kita miliki sudah selayaknya untuk kita pertahankan,hingga akhirnya muncul satu slogan Merdeka Atau Mati!!!.
Thank you for being My Sweetheart.I love you like the heroes loves
Semua bisa terasa indah,tergantung bagaimana kita memaknainya.
Hari ini,kemarin dan beberapa hari yang lalu,adakah yang membuatnya menjadi istimewa??sebenarnya semuanya berjalan biasa aja,berlalu bersama hal-hal yang tak terlalu berkesan(atau mungkin gw aja yang menganggap ini terlalu biasa),padahal sebenarnya dan seharusnya ada banyak hal-hal menyenangkan yang bisa lebih gue syukurin,pekerjaan,keluarga,teman-teman,dan juga hubungan asmara yang berjalan dengan baik,tapi koq gue kaya jenuh bgt menjalani semuanya yach??gw ga tau,saat-saat ini yang gue jalanin seperti hanya menjadi sebuah ritual,seperti sekedar memenuhi kewajiban sebagai seorang manusia.Gue bisa menjalaninya dengan baik,tetapi kenapa gue selalu merasa ada yang kurang dengan ini semua…Sebenarnya gw butuh keluarga,entah knapa gw pengn bgt berada di dekat bokap,nyokap,adik gw,dan semua orang terdekat gue yang saat ini jauh bgt.Entah kenapa juga sebesar apapun kebahagiaan yang gw rasain seperti berasa kurang jika tidak gw bagiin ke mereka,ataukah gw terlalu berlebihan??ga juga koq,karena gw pernah ngerasain betapa bahagianya saat gue bisa memberi sesuatu buat mereka,mungkin itulah seutuhnya kebahagiaan.Tetapi jika 7 tahun lalu gw ga berani memutuskan untuk berada disini,bisa saja ceritanya akan berbeda,karena 7 tahun lalupun gw merasakan hal yang sama ketika setiap hari gue berada dirumah,berada di sekeliling mereka,Hmmm….benar jika pernah ada seorang teman gue yang bilang kalo gue tuh ribet,ga jelas apa maunya…hahaha jangankan dia yang hanya seorang tmen,gw pribadi saja masih bingung untuk menemukan mau gw tuh apa sebenarnya…….au ah,gw emang masih belum punya pendirian!!!
Welcome 27
Ga ada kata terlambat,kalimat itu yang selalu terngiang saat terlintas satu keinginan untuk berubah,berubah dari diri gw yang begini-begini aja,stagnan,statis berada ditempat yang selalu itu-itu saja,bosen gue!!!Apa ada yang salah dengan diri gue??ataukah gue kurang bersyukurr dengan apa yang udah gue dapetin??gw ga ngerti,tapi gw merasa bahwa gw masih jauh tertinggal di belakang kereta kehidupan,kehidupan yang sebenarnya tentunya,karna bukankah saat ini gw juga hidup,bernafas,makan dan minum seperti yang lain,hanya saja gw masih merasa belum benar- benar hidup.Gw baru sadar bahwa beberapa bulan lagi gw mo 27 thn,sebuah angka yang memang ga istimewa,seperti juga pada angka2 sebelumnya yang hanya gue lewatin begitu aja,sendirian atau dengan orang - orang yang sempat singgah dan mewarnai hidup gw(thanx buat kalian yang gw ga tau sekarang dah dimana),27 tahun bukan usia yang muda lagi menurut gue,tapi usia dimana gw harus berani menentukan sebuah pilihan yang bisa mempengaruhi hidup gue kelak,pertaruhan hidup gw akan dimulai dari situ,bukan hanya gw doang koq,dan enggak mo ikut2an sama orang – orang tenar yang udah duluan “goodbye” di usia mereka yang ke 27,sebut saja Brian jones,Jimi Hendrix,Jim Morrison,Janis Joplin,Kurt Cobain,Alan Wilson yang dah duluan menghadap Illahi karena sudah mengambil keputusan yg mungkin saja menurut mereka tepat.Konon,di usia segitu Allah akan membuka atau malah akan menutup rejeki seseorang,wallahu alam,satu hal yang gw percaya adalah bahwa Allah telah memberikan kebebasan yang sangat absolute kepada seluruh umatnya,kita mo kekiri ataupun kekanan adalah benar – benar hak kita untuk memilih mau kemana kita,apa gunanya punya pikiran sendiri kalo ngandelin pikiran orang laen???Hmmmm….that’s the keywords!!
Cinta goblok…hehehe
Banyak orang bicara cinta,seolah itu adalah hal teragung yang pernah dialami.Ada yang ampe ga bisa makan,ga bisa tidur dan ga bisa ngapa2in,haiah!!!tai Kucing!!!Bagi gue cinta bukan apa-apa,gak lebih dari seonggok tai anjing di jalanan,memuakkan n menjijikkan!!!Cinta Cuma menjadi peng”atas namaan’ untuk melegalkan explorasi orang – orang pada hal yang berbau mesum,seakan cintalah yang melandasi terjadinya dua orang berlainan jenis berada dalam satu ranjang, atau mungkin juga di toilet dan saling indehoi,ckakakaak….cinta goblok!!!
intermezo
Henry Allington merayakan ulang tahunnya yang ke 112,ketika ditanya apa yang membuatnya bisa berumur panjang,si kakek dengan santai menjawab..”Rokok,Bir dan perempuan”,agak controversial memang,tetapi si kakek berusaha meyakinkan bahwa itulah rahasia umur panjangnya…ckakkakak,gw ketawa geli ketika membacanya pada kilas peristiwa sebuah surat kabar hari ini,apa hubungannya rokok.alkohol apalagi perempuan bagi rahasia umur panjangnya,apakah dia hanya beruntung ataukah memang sebuah sugesti yang kuat melekat dalam dirinya bisa membuatnya bertahan hingga usianya yang setua itu???Wallahu alam.Dari sisi medis,rokok memang adalah racun karena zat-zat yang terkandung didalamnya,demikan juga dengan alcohol.Tapi perempuan???Gw coba menyimpulkan ucapan “sang kakek” yang bisa jadi ironis,sengaja menjebak dan seolah dengan tegas ingin mengatakan bahwa ketiga hal itulah racun kehidupan yang sebenarnya..Hmmmm….gw kan suka rokok,karna dia selalu nemenin gw saat gw sedih atau senang,saat gw mati gaya ma temen2,gw juga suka perempuan karna gw bukan homo…dan gw suka alkohol walopun bukan buat gw minum,tapi buat bersihin luka2 gw yang abis jatoh dari motor kemaren…aduuuuhhh sakiiiiiittttttt!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
