Minggu, 19 Oktober 2008

berawal karena gerah aja..

Gilaaa….panasnya hari ini,gerah,hareudang,hot pisan euy today!!!AC 1 pk pun ga mampu membendung udara panas yang masuk ke ruangan kerja gue,membuat sekujur tubuh gue basah..basah..basah oleh cairan rasa asin alias keringat yang ga jauh beda ma aer laut,kayanya harus mandi lagi nih siang ini!!Panas-panas gini gue jadi teringat ma sop buah yang abang2nya mangkal ga jauh dari kantor tepat di depan sebuah minimarket,kegemaran gue waktu buka puasa kemaren,dan demi semangkok sop buah plus rasa dahaga yang tak terkira sambil membayangkan potongan-potongan mangga,stroberi,alpukat,anggur,papaya,jambu dan diatasnya dilapisi susu kental hmmm nikmatnya..akhirnya gue memutuskan untuk keluar sebentar mo nyamperin si abangnya,maklumlah di kantor gw kaga ada yang namanya office boy,yaudah sekalian aja merangkap office boynya,laludengan gagah berani berjalan tanpa henti,melangkah dengan pasti tanpa tengok kanan tengok kiri gue pun menuju ke depan minimarket tempat dimana si abang-abang itu berjualan…dan …Ouugh,sial,yang ada gerobak si abang doang isinya kosong,dan sosok gendut pendek yang seringnya make jins belel dan harusnya selalu berada disitu menanti pembeli-pembelinya ternyata hari ini ga ada,gue Cuma membaca sehelai kertas bertuliskan dua kata menempel di kaca gerobaknya “Lagi Mudik”,waduh!!Lalu gagal pulalah impian gue menimati semangkok sop buah kesukaan gue,tapi kata orang tua dulu,Tak ada rotan akar pun jadi,tak ada sop buah sebotol fanta dingin pun jadi,maka tanpa ragu ditambah dengan hati yakin suci bersih,gue masuk ke mini market dan langsung meraih sebotol fanta dingin,tanpa babibu lagi gua buka tutup botolnya…glek…glek..glek…gue tenggak tuh botol pake gaya pendekar mabuk sambil mengeluarkan jurus andalan…ciaaaattt !!!!lalu pendekar mabuk itupun terperanjat ketika tiba-tiba dari belakangnya muncul suara “Mas-mas,bayar dulu minumannya baru boleh diminum”
“Glek !!”..tengsin abis dah gue!!
Di kantor,gue harus berhadapan lagi sama perkerjaan2 gue yang ga abis-abis(ya iyalah,kalo abis berarti mending brenti kerja aja khan?)tetap menahan serbuan gerah yang menuai keringat,untungya ga bau acem sih hehehe…secara kan keringat gue alaminya emang udah berbau Bvlgari extreme,dari lahir sih..dan banyak dokter yang udah nyerah buat ngobatin wanginya badan gue itu hahahaha…
Gue ngebayangin gimana dengan orang – orang yang tinggal di daerah beriklim panas kaya di daerah timur tengah sana yach??yang konon panasnya bisa mencapai 40(Aduuhhh…tombol derajatnya mana sih?) celcius,teringat sama tokoh Fahri dalam Novel “Ayat-Ayat Cinta” yang akhirnya harus terbaring dirumah sakit gara-gara sering kepanasan dan akhirnya terjadi pembekuan darah di kepalanya,gue tau itu fiksi,tapi Habiburahman Elshirazy tentunya sudah lebih dulu melakukan survey tentang penyakit itu sebelum memaparkannya kedalam sebuah Novel yang akhirnya bisa sukses mengangkat namanya itu,Hmmm….gimana kalo di neraka yach panasnya??ga kebayang dah gue!!
Ngemeng-ngemeng soal Ayat-Ayat Cinta gue jadi teringat film-film Indonesia yang akhir-akhir ini makin bagus aja,kecuali memang ada beberapa film yang terkesan “maksa” dan belum layak untuk diangkat menjadi sebuah Film Layar Lebar,mungkin lebih pantes di layer 14” dan jam tayangnya pada jam 10 pagi biar lebih mudah dan murah meriah dinikmati oleh para pembokat-pembokat penunggu rumah.
Film terakhir yang gue tonton adalah “Doa yang Mengancam” dan sebelumnya lagi “Laskar pelangi”
Keduanya menurut gue bagus banget,Berhasil membawa suasana realistis gambaran kehidupan”Orang-orang Susah” yang ada di sekitar kita,dan bahwa kebodohan atau kejeniusan seseorang tidaklah berbanding lurus dengan kemiskinan,begitu banyak orang-orang miskin di sekitar kita yang ternyata justru lebih mempunyai kemampuan otak yang lebih baik,banyak anak-anak pintar yang akhirnya tersia-siakan hanya karena tidak punya biaya dalam menempuh pendidikan,dan ujung-ujungnya,tetap aja jadi kuli,sopir angkutan kota,tukang becak,nelayan,dan semua pekerjaan”rendahan”lainnya,ironis memang!!
Walopun agak-agak berbeda dengan novelnya,banyak plot yang hilang dan dirubah tapi tidak mengurangi esensi daripada film tersebut(sok-sok jadi pakar film sekali kali wakakakak!!)
“Doa yang Mengancam”juga ga kalah seru,Madrim(diperankan Oleh Aming),seorang kuli panggul miskin (mana ada kuli panggul yang kaya yak..??) bekerja keras untuk bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan,kehilangan istri yang sangat dicintainya dan hampir setiap hari berdoa agar Tuhan memberikannya kehidupan yang lebih baik dan mengembalikan istrinya,Juleha(Titi kamal),Madrim sampai pada suatu titik dimana dia merasa bahwa ternyata doa-doanya selama ini ga ada yang dedengar oleh Tuhan,setiap hari dia berdoa tapi tetap saja kemiskinan melanda dirinya dan istrinya juga ga balik-balik(kasian bgt sih lo Drim..)lalu suatu hari dia mengancam Tuhan dalam doanya,jika dalam 3 hari doanya tidak dikabulkan maka dia akan Murtad!!Keajaiban terjadi sesudah itu,Film yang cukup menyentuh dan sedikit menggelitik dengan sedikit bumbu humor yang tidak terkesan “jayus”sebuah stereotip yang melekat pada diri Aming si pemeran Madrim…
Great…..Film Indonesia memang sedang bangkit,tapi buat sutradara-sutradara,bikin film tuh yang mutu yach biar gue ga rugi nontonnya hehehe….

Ntar jadi pengen nonton lagi…tapi Film apa yach???

Tidak ada komentar: