Rabu, 04 Februari 2009

Bring Me Back

Tak ada…Tak ada…Tak ada..!!Karena memang tak ada,Tidak ada.Kosong…!!!
Pikiran gue sedang tersesat,dan saat ini sedang mencari jalan untuk pulang.
Dia sudah berjalan terlalu jauh,tapi tak menemukan apa-apa.Hampa.
Dia sudah lama berpisah dengan hati,yang seharusnya menuntunnya,mengajaknya kejalan yang sesungguhnya,dimana selalu ada keindahan disekelilingnya,bersama iringan merdunya kicauan burung,bersama iringan suara riak sungai,bersama suara daun-daun yang jatuh dengan lembut dan bersama semilir angin yang menyejukkan…….

Dia sudah lelah mengembara,menempuh jalannya sendiri untuk membuktikan bahwa sebenarnya ada yang salah dengan hidupnya.Mungkin dia benar,bahwa memang ada yang salah!!salah satunya,selama ini dia selalu tak pernah perduli dengan hati,yang sesungguhnya dengan polos ingin selalu ikut dengannya.Menjadi sahabat setia,seperti lilin yang setia pada api dan awan pada hujan…
“kenapa lo tinggalin gue sendirian???”begitu hati memelas.Tak ingin ditinggalkan.

Sesuatu telah terlanjurmempengaruhinya.Hanya sahabat lama,tapi terlalu punya kuasa.

Ego.
Ego terlalu punya kekuatan untuk bisa menguasainya,hingga akhirnya mereka mencari jalan sendiri-sendiri.Betapa sedihnya hati saat ditinggalkan.Pikiran gue lebih memilih sahabat lamanya sebagai pendampingnya.Berdua mereka menjadi pengembara,berkelana merasakan sisi-sisi indah perjalanan waktu,mengikuti kemauan mereka sendiri seolah tak ada Sang Pencipta mereka menyaksikan.Mereka larut dalam sebuah bejana percobaan,yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.Tidak ada…..

***

Hati masih pada tempatnya,masih di tempat dimana dulu dia ditinggalkan.
Ingin sekali dia bersama-sama dengan pikiran agar bisa bersatu dan sejalan lagi seperti dahulu.Tapi dia tak tau dimana harus menemukan “sang pikiran” itu,karena disaat yang sama hati berharap,disaat yang sama pula pikiran gue tak tau jalan untuk pulang.Dia hanya duduk terdiam,mencari cara bagaimana dia bisa menemukan jalan.
”Perjalanan ini sudah begitu jauh,tapi dengan hanya duduk dan diam tak akan bisa mengubah apa-apa”Pikiran mencoba memantapkan niatnya.

Pikiran.Dia tau bahwa dia sudah terlalu jauh tersesat,namun tak perduli,karena dia sangat yakin bahwa sesulit apapun nanti,jalan pulang itu akan ia temukan.

“Gue berada disini oleh sebuah jalan,berarti setidaknya oleh sebuah jalan pula,gue bisa kembali”.

Semoga.

3 komentar:

icha2paradise mengatakan...

berjuanglah van..!

icha2paradise mengatakan...

berjuanglah van!

icha2paradise mengatakan...

Bjuanglah van,untuk jd diri km yg sesungguhny